Walikota LIRA Bontang Geram Terhadap Pemecatan 10 Orang Honorer RSUD Taman Husada

Samarinda, infobanua.co.id – Melihat berita salah satu media online tersebut Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM-LIRA) Kota Bontang merasa prihatin dengan nasib 10 orang honorer yang diberhentikan secara sepihak oleh dr. Suhardi Plt Direktur RSUD Taman Husada.

Menurut Plt Direktur RSUD Taman Husada, dr Suhardi, alasan pemberhentian karena 10 honorer itu sudah tidak dapat dibina sehingga tidak ada alasan untuk terus dipertahankan.

Kesalahan honorer itu katanya, mulai dari masalah indisipliner, sikap atau attitude, hingga terlibat dalam politik praktis. Indisipliner seperti sering bermain handphone saat pelayanan. Sementara soal sikap, seperti tidak berbusana sopan, terbuka, dan diunggah di media sosial. “Sudah diperingatkan tetapi tidak ada perubahan,” kata Suhardi.

Eko Yulianto Walikota LIRA Bontang geram, Sabtu (16/4/2022) ucapnya via WhatsApp. Sebab hal ini jelas bertentangan dengan Perda Perlindungan Hak Pekerja Alih Daya nomor 11 Tahun 2018, dimana pekerja tidak boleh diberhentikan sepihak kecuali dalam tiga hal, yakni meninggal dunia, keterbatasan anggara, atau mengundurkan diri.

“Adapun alasan pemecatan 10 orang honorer tersebut dinilai juga tidak berdasar, seluruh pekerja termasuk direktur juga menggunakan handphone saat bekerja. Adapun soal keterlibatan dalam politik praktis, hal itu juga tidak bisa dibuktikan oleh direksi RSUD”.

Lanjut Eko, mengingat alasan yang menjadi dasar pemberhentian itu sangat sumir dan dari informasi yang kami dapat justru dr. Suhardi yang bermain politik karena dia merupakan kader Partai PKS.

“Sehingga patut diduga alasan sebenarnya pemberhentian tersebut justru yang bernuansa politis, bisa jadi sebagai direktur dia mau mengganti ke 10 orang honorer itu dengan kader dari partainya dan Ini yang sedang kami dalami sekarang,” kata Eko. (Rei)

Total
11
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Posts