Oknum Assisten I Harus Terima Dua Rekomendasi DPRD Kotim

Oknum Assisten I ketika berada dalam gedung DPRD Kotim, usai rapat dan mengeluarkan dua rekomendasi. (nal/brt)

Sampit,Infobanua.co.id – Oknum Assisten I Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Sampit yang baru dilantik beberapa waktu yang lalu, harus menerima keputusan hasil rapat apa yang disampaikan DPRD Kotim.

Hasil rapat tersebut ada dua rekomendasi yang disampaikan, yaitu oknum assisten I, Diana Setiawan harus meminta maaf secara terbuka melalui seluruh media dan membuat surat permohonan maaf untuk DPRD Kotim dan selanjutnya juga Diana Setiawan diminta diberi sanksi di Non Job kan dari jabatannya.

Hal itu disampaikan semua fraksi akibat ulahnya yang dianggap melecehkan lembaga DPRD Kotim setelah videonya viral di media sosial. Dalam videonya tersebut Oknum Assisten I ini mengatakan kalau RDP yang sering dilakukan oleh DPRD Kotim itu tidak berguna, yang disampaikannya ketika rapat bersama warga dan kepala desa  di tumbang Ramei, kecamatan Antang Kalang.

Selain itu juga menurut beberapa anggota DPRD Kotim pada saat rapat mendengarkan klarifikasi oknum Assisten I tentang ucapannya, yang tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat pemerintah daerah Kotim ini sempat mengelak membela diri sebelum videonya diputar. Usai diputar videonya oknum ini tidak bisa lagi berucap ketika suaranya sangat jelas disana.

Bahkan dari farksi PKB M.Abadi menyampaikan kalau pejabat semacam ini, harus kembali diberikan diklat atau sekolah lagi agar tidak kembali terulang kedepannya. Dari pantauan infobanua Sampit pada saat rapat, oknum ini hanya bisa terdiam membisu sambil menyimak pertanyaan para anggota DPRD Kotim.

“Silahkan saja dia bela diri dengan ucapannya itu, namun tadi setelah video diputar dia tidak bisa lagi mengelak semua orang mendengarkannya.”Terang Abadi.

Dari kesimpulan rapat mendengarkan klarifikasi oknum Assisten I ini, rapat yang dipimpin oleh ketua DPRD Kotim, Rinie di dampingi Wakil ketua I , Wakil ketua II DPRD Kotim serta wakil Bupati Irawati memutuskan agar oknum tersebut diminta meminta maaf secara terbuka melalui media masa dan membuat surat resmi permohonan maaf kepada DPRD Kotim serta diberikan sanksi di non job kan dari jabatannya.

Usai rapat digelar oknum tersebut ketika diminta sejumlah awak media penjelasannya terkait dua rekomendasi yang dibacakan oleh ketua DPRD Kotim mengatakan kalau dirinya siap menerima keputusan tersebut, sebab menurutnya sebagai ASN dirinya harus patuh dengan aturan yang berlaku apapun keputusannya dirinya siap menerimanya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim,Fajrulrahman menanggapi kasus yang dianggap melecehkan lembaga DPRD Kotim oleh oknum Assisten I yang diminta untuk di Non Jobkan dari jabatannya mengatakan, sesuai aturan oknum ini terlebih dahulu diminta keterangan oleh dinas terkait.

Apabila nantinya ditemukan yang dipandang telah melakukan pelanggaran disiplin ASN ataupun lainnya, tentunya akan diberikan sanksi sesuai apa yang dia lakukannya dan Fajrulraman berjanji akan tetap mendukung keputusan nantinya serta akan menyampaikan hal itu kepada Bupati Kotim.

“Kita tunggu saja nanti dari hasil pemeriksaan sesuai aturan.”Ucap Fajrulrahman singkat Senin (18-4-2022).

Penulis : Zainal

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Posts