Tanahnya Ada Yang Menggarap, Setelah Tempuh Upaya Hukum, Ahli Waris Endom Bin Dongos Lakukan Pemagaran Bersama Tim Kuasa Hukum

Karawang,Infobanua co.id – Merasa tidak pernah memperjual belikan tanah Girik Tahun 1978, Nomor C. 920, dan Persil Nomor 332./D, dengan luas tanah 18.050. M2, para ahli waris Endom bin Dongos, Rabu 20 April 2022 melakukan pemagaran sebagai ciri batas – batas tanah yang diclaimnya.

Bertempat di Dusun Ciherang, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dengan didampingi langsung oleh Tomson Pandjaitan sebagai kuasa hukum ahli waris dan puluhan anggota Organisasi Masyarakat Laskar Merah Putih Markas Cabang (LMP Marcab) Karawang, proses pemagaran berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala yang berarti.

Salah satu ahli waris Endom bin Dongos, Solehudin mengutarakan, bahwa reaksi semua ahli waris berawal ketika lokasi tanah tersebut ada yang menggarap, “Kami selaku ahli waris merasa kaget, pada saat adanya kegiatan berupa Cut and Fiil. Sebab dari mulai orang tua kami, sampai semua ahli waris tidak pernah menjualnya,” Ungkapnya, Rabu (20/4/2022).

“Padahal dilokasi tanah itu, ada beberapa jenis tanaman yang kami tanam. Tapi dengan adanya kegiatan Cut and Fiil, selain kontur tanahnya yang berubah, hampir seluruh tanamannya juga mengalami kerusakan dan nyaris hilang semua,” Sesal Solehudin.

Dijelaskan olehnya, “Atas kejadian itu, kami juga tidak tinggal diam. Semua ahli waris bersepakat untuk menempuh upaya hukum, dengan cara membuat Laporan Polisi (LP) di Polda Jawa Barat, dan sampai saat ini perkaranya terus berjalan. Mudah – mudahan segera ada titik terang dan keadilan berpihak kepada kami sebagai masyarakat jelata,”

Masih diwaktu dan tempat yang sama, Tomson Pandjaitan menjelaskan, “Agenda pemagaran hari ini sebelumnya sudah kami kirimkan surat informasi kepada semua usur Muspika Kecamatan Telukjambe Timur dan Kepala Desa (Kades) setempat,”

“Adapun maksud dan tujuan dari pemagaran ini, merupakan ciri dari batas – batas tanah atas nama Endom bin Dongos, sebagaimana yang tertera pada Girik asli dan C Desa. Karena logikanya, jika objek tanah tersebut telah dijual, tidak mungkin girik asli masih ada ditangan ahli waris, begitu juga pada C Desa yang tidak mengalami perubahan,” Urainya.

“Dan kami patut bersyukur. Selain ahli waris bersama tim kami dari tim kuasa hukum, masih ada Ormas di Karawang yang memiliki hati nurani dan peduli dengan perjuangan ahli waris dalam memperjuangkan haknya, kawan – kawan dari LMP ini secara suka rela memberikan bantuan secara non litigasi,” Terang Tomson.

“Karena memang jika dilihat dari kondisi, anak – anak dari Endom bin Dongos ini sudah sangat memprihatinkan, keduanya sudah tua renta, kalau tidak didampingi oleh anak anaknya, yaitu cucu dari Endom bin Dongos, bisa kerepotan. Prinsipnya, selain beberapa hal yang sudah kami tempuh, kedepannya ada langkah – langkah lainnya yang akan kami lakukan untuk terus memperjuangkan hak clien kami,” Pungkasnya.

 

Iswanto.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Posts