Sofifi, Infobanua.co.id -Pemilihan dan penetapan Sofifi sebagai Ibukota Provinsi Maluku Utara (Malut) sempat dipertanyakan berbagai kalangan.  Mereka menilai Sofifi kota mati jadi tak layak jadi pusat pemerintahan.

Namun dengan sejumlah terobosan yang dilakukan Gubernur Malut KH Abdul Gani (AGK), Sofifi berkembang dan terus bersolek. Pusat-pusat perkantoran dibangun dengan rapih, pembangunan infrastuktur dikebut. AGK dan pejabat teras Pemprov Malut juga terus mempromosikan Sofifi ke tingkat nasional.

Atas berbagai upaya itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Malut Saifuddin Djuba optimistis Sofifi bakal menjadi kota sejuk nan indah di bibir pasifik. “Percayalah Sofifi akan menjadi kota maju. Mari semua stakeholder, semua yang berkepentingan untuk bersama-sama mewujudkan impian tersebut,” ujar  Saifuddin saat ditemui di ruang kerjannya pada Kamis, (15/9/2022).

Dinas PUPR Malut sendiri memberi perhatian khusus terhadap pembangunan Kota Baru Sofifi. Saifuddin ingin Daerah Otonomo Baru (DOB) Sofifi cepat terealisasi agar  akselerasi pembangunan lebih cepat.

Saat ini Saifuddin dan timnya menyiapkan data pendukung pembangunan ibukota Provinsi Malut tersebut. Salah satu yang dipelototi adalah rencana alih transit ke arah Bandara Loleo.

Alih transit perlu diubah karena ruas jalan arah Bandara Loleo penuh belokan. “Hal ini berdampak besar terhadap waktu tempuh. Kami memandang perlu untuk mengubah alih transit. Jadi DS, DID dan dampak lingkungannya perlu dipikirkan. Semua dokumen yang dibutuhkan kami siapkan,” kata Saifudin.

Sesuai rencana pemerintah pusat akan memulai pembangunan Bandara Loleo pada 2023. Menteri Koordinator Maritiim dan Investasi, Luhut Panjaitan sudah menyetujui anggaran Rp680 miliar untuk pembangunan Bandara Loleo.  Luhut berharap alih transit jalan bisa dituntaskan sehingga waktu tempuh lebih efisien.

Salah satu Menteri kepercayaan Presiden Jokowi itu juga meminta Pemprov Malut secepatnya melakukan pembebasan lahan. Pemprov Malut optimistis bisa memenuhi permintaan tersebut.

“Belum lama ini saya mendampingi Pak Gubernur AGK untuk meninjau lahan arah Bandara Loleo. Alhamdulilah masyarakat merespon dengan memberikan  surat penyataan akan memberikan lahan yang dibutuhkan. Kita memang butuh dukungan masyarakat agar ketersediaan lahan segera teratasi dan pembangunan segera dilaksanakan,” ucapnya.

Selain Bandara Loleo, pemerintah pusat juga akan membangun pelabuhan feri dan pelabuhan pelni. Gubernur AGK menurut Saifuddin sukses meyakinkan pemerintah pusat untuk menyiapkan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk pelabihan feri dan Rp86 miliar buat pelabuhan pelni.

Tak hanya itu, AGK juga sudah melobi pemerintah pusat untuk menurunkan anggaran pembangunan Polda, Korem dan Kejati di Sofifi.  “Kota Sofifi akan ditata dengan baik. Gubernur AGK mengajak semua elemen untuk bersama menjadikan Sofifi sebagai kota impian berbagai kalangan,”  katanya.

rls

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *