Media Terverifikasi Dewan Pers
RedaksiPrivacy Policy
banner 728x250
JATIM  

Bansos Kenaikan Harga BBM Masih Divalidasi dan Diverifikasi

illustrasi warga mendapat Bansos Kenaikan Harga BBM.
banner 120x600
banner 468x60

Blitar, infobanua.co.id – Bantuan Sosial (Bansos) danpak dari kenaikan harga BBM dari Dana Transfer Umum (DTU), bagi warga Kota Blitar, masih divalidasi dan diverifikasi data penerima, oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Blirar.

Plt Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Blitar, Ahmad Tobroni, mengatakan, proses verifikasi dan validasi ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi data ganda penerima Bansos dari Pemkot Blitar.

banner 325x300

Dan masing-masing OPD juga sudah menerima data calon penerima Bansos dampak kenaikan harga BBM.

Saat ini data calon penerima Bansos dari beberapa OPD tersebut sedang dilakukan verifikasi dan validasi.

“Kemarin, kami telah menyurati ke beberapa OPD, antara lain, Dinsos, Dishub, Disperindag, dan Dinas Koperasi, terkait penyaluran Bansos dari dua porsen Dana Transfer Umum Daerah, dan OPD sudah mengirim data dan sekarang kami lakukan verifikasi dan validasi,” kata Plt Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Blitar, Ahmad Tobroni, Selasa 19-09-2022.

Menurut Tobrini, dalam proses verifikasi dan validasi, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar.

Dimana Diskominfotik akan meneliti data NIK para calon penerima Bansos yang telah diusulkan beberapa OPD agar tidak terjadi data ganda dalam penerima Bansos.

Bansos dari Dana Transfer Umum Daerah, memang menyasar pada warga masyarakat terdampak kenaikan harga BBM yang belum menerima Bansos baik dari APBN maupun APBD.

“Sebagian warga masyarakat sudah dapat Bansos baik dari APBN maupun APBD. Bisa jadi mereka, ada yang sudah masuk data penerima Rastrada. Untuk itu dilakukan verifikasi dan validasi dahulu, sebab jumlah calon penerimanya ribuan,” ungkapnya.

Setelah proses verifikasi dan validasi selesai dan tidak ada masalah, Pemkot Blitar akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Walikota tentang penerima bansos.

Selanjutnya, Pemkot Blitar melakukan proses pengadaan bantuan sosial untuk warga masyarakat.

“Rencananya, Bansos yang diberikan berupa sembako. Nilainya tergantung, apakah nanti sesuai kemarin Rp 300 ribu atau lebih, target kami adalah secepatnya bisa direalisasikan,” pungkasnya.

Untuk sekedar diketahui bahwa, Sebelumnya, Pemkot Blitar telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,3 Miliar dari Dana Transfer Umum Daerah untuk program Bantuan Sosial (Bansos) terhadap warga masyarakat terdampak kenaikan harga BBM.

Dan menurut Walikota Blitar, Santoso, kebijakan tersebut sesuai peraturan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kemenkeu meminta Daerah menggunakan 2% dari Dana Transfer Umum untuk program Bansos bagi warga masyarakat. (Eko.B).

banner 325x300

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.