Cianjur, infobanua.co.id – Ketua Penyelenggara Pemberdayaan Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Quran (P3DTPQ) Kabupaten Cianjur bantah tuduhan terkait dugaan telah melakukan penyalahgunaan anggaran hibah tahun 2020 dari pemerintah sebesar Rp 2,5 Miliar yang diperuntukkan untuk stimulan guru diniyah, bantuan beasiswa guru diniyah, bantuan oprasional, kesekretariatan tim teknis P3DTPQ untuk kepentingan pribadi.

“Tidak benar dan fitnah itu dari mana sumbernya,apalagi dikatakan digunakan untuk mecicil atau membeli mobil pribadi infonya dimana,”kata Ahmad Yusuf,Ketua P3DTPQ Kabupaten Cianjur saat di konfirmasi,Kamis (29/09/2022) usai melakukan audensi di DPMD Kabupaten Cianjur.

Ia menjelaskan bahwa mobil yang dimilikinya sudah ada sebelum dirinya menjadi ketua P3DTPQ.

“Begini saya itu menjadi ketua P3DTPQ pada bulan Agustus tahun 2020 dan saya beli mobil itu tukar tambah tahun 2019 bulan November,Dari mobil Strada Triton di tukar tambah dengan Pajero Sport dan dibayar oleh istri saya serta sudah selesai, jadi kalau ada yang bilang cicilan mobil 17 juta itu dari mana sumbernya saya pun tidak tahu dan rasanya fitnah belaka,”jelasnya.

Ia menegaskan jika dirinya dianggap telah menggunakan dana hibah untuk setoran mobil silakan di croscek dan silahkan di buktikan jika itu benar dirinya akan siap bertanggung jawab.

“Tuduhan tersebut silahkan dibuktikan dan yang memfitnah saya juga harus bertanggung jawab,dan saya tegaskan kembali saya membeli mobil itu Sebelum jadi Ketua P3DTPQ dengan cara tukar tambah mobil warisan kakak ipar atau saudara isteri,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya Ketua Penyelenggara Pemberdayaan Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Quran (P3DTPQ) Kabupaten Cianjur, diduga melakukan penyalahgunaan anggaran hibah tahun 2020 dari pemerintah sebesar Rp2,5 miliar.

Dalam surat perjanjian hibah dengan nomor Nomor : 978/ 3203/ Kesra
Nomor : 025/ P3DTPQ/ IX/ 2020
antara Pemkab Cianjur dengan tim teknis P3DTPQ itu menjelaskan bahwa hibah tersebut digunakan untuk stimulan guru diniyah, bantuan beasiswa guru diniyah, bantuan oprasional, kesekretariatan tim teknis P3DTPQ dan masih banyak lainnya.

Di kutip dari media Besinfo.com
Ketua Cianjur People Movement (Cepot), Ahmad Anwar Yang Akrab di sapa Ebes, mengatakan, dari data dan informasi yang dia peroleh bahwa anggaran hibah tersebut Sebagian Di duga digunakan secara pribadi.

“Informasi yang saya dapat, hibah ini sebagian di duga digunakan untuk membayar cicilan mobil Pajero Sport milik pribadi dengan nominal Rp17 juta per bulan,” ujarnya, Selasa (27/9/2022).

Menurut Ebes, Keputusan Ketua Umum P3DTPQ yang di buat pada 10 September 2020 ada 35 MDTA dan TPQ yang diberi bantuan.

“Tapi ada juga beberapa MDTA yang tida merasa menerima dan ada juga MDTA yang tida ada muridnya,” kata dia.

“Banyak kepala diniyah yang mengaku bahwa mereka tidak dapat bantuan di tahun 2020. yang lebih parahnya lagi di duga ada data MDTA yang fiktif seperti MDTA AL-MUFTI yang lokasi nya di Kampung Bunisari, Desa Bunijaya Kecamatan Sindangbarang. padahal di kecamatan Sindangbarang itu tida ada desa Bunijaya,” tambahnya.

Ebes menjelaskan, saat pemeriksaan keuangan BPK diduga hanya memeriksa secara global, sehingga penyelewengan tersebut tidak diketahui.

“Kemarin pas pemeriksaan BPK tidak detail jadi tidak diketahui. Hanya secara global tidak ada uji petik lapangan. Ada dugaan Kasus ini ditutup tutupi sama Kesra kasus penyelewengannya,” ungkap dia.

Oleh karena itu sambung Ebes, pihaknya meminta BPK untuk melakukan audit ulang secara detalil.

“Saya juga minta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini karena ini merupakan sebuah kedzoliman. Karena kalau tidak ada audit ulang akan susah ketahuan,” pungkasnya.

 

Hasbi (Abi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *