Blitar, infobanua.co.id – Karena banyak Sekolah kekurangan murid, maka sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Blitar terpaksa akan digabung atau regeuping.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Wiji Asrori, mengatakan, ada sejumlah SD yang akan diregeuping.

Sesuai data Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, ada sebanyak 14 lembaga SD yang tersebar di sejumlah Kecamatan.

“Penyebab utamanya adalah kekurangan murid. Bahkan ada yang tidak mendapatkan murid baru pada tahun penerimaan murid baru,” kata Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Wiji Asrori.

Menurut Wiji, regeuping terpaksa dilakukan, salah satunya dalam rangka efisiensi proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Bahkan jika dicermati lebih dalam lagi, sekolah yang bersangkutan tidak memenuhi teknis Rombongan Belajar (Rombel).

“Karena idealnya, untuk satu Rombel biasanya diisi sekitar 35 hingga 40 anak,” jlentrehnya.

Lebih dalam Wiji menuturkan, namun sekolah yang bersangkutan tidak bisa memenuhi, karena minim anak didik, bahkan ada yang tidak ada anak didik baru.

“Karena kondisinya seperti itu, akhirnya kami mengevaluasi dan akan digabung dengan Sekolah lain yang lebih dekat,” ungkapnya.

Masih menurut Wiji, usulan regeuping tersebut juga sudah melalui pertimbangan yang matang.

Berdasarkan pemeriksaan, Sekolah kesulitan mendapatkan anak, salah satunya karena letak geografis yang jauh.

Kemudian anak memilih untuk Sekolah ke lembaga lain, tentunya yang lebih dekat dengan rumah.

Meskipun Sekolah swasta atau Sekolah di luar pengelolaan Dinas Pendidikan.

Saat ini ada dua Sekolah yang sudah setuju untuk dilakukan regeuping.

Diantaranya SDN Boro 2, Kecamatan Selorejo yang akan diregeuping dengan SDN Boro 4.

Kemudian SDN Modangan 4, Kecamatan Nglegok akan diregeuping dengan SDN Modangan 1.

Dimana kedua sekolah tersebut berdasarkan evaluasi juga kekurangan murid.

“Kami pikir regeuping dipastikan sangat efektif dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan,” pungkasnya. (Eko.B).

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *