PURWAKARTA, infobanua.co.id – Pembinaan terhadap anggotanya yang bermasalah, Polres Purwakarta gandeng Pondok Pesantren Madinah Darul Barokah Lodaya Purwakarta.

Di Pondok Pesantren yang terletak di Kampung Dandeur RT 5, RW 2, Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta itu, polisi yang beragama Islam akan dibina untuk pembentukan pendalaman agama.

Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkarnain menyebut anggota bermasalah yang ikut dalam program pembinaan di Pondok Pesantren Madinah Darul Barokah Lodaya Purwakarta.

Pria yang akrab disapa Edwar itu menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki sikap polisi yang pernah membuat pelanggaran disiplin maupun etik.

“Kita mencoba membuat formula baru bahwa tidak semua anggota yang bermasalah itu kita harus masukan sel, begitu menjalani penempatan khusus (Patsus) anggota bermasalah tidak harus didalam sel. Jadi secara administrasi kita lakukan prosedur sidang tetap dilakukan, saat mereka divonis patsus tidak menempatkan mereka didalam sel, tapi kita tempatkan di Pondok Pesantren ini bagi yang beragama Islam, sedangkan yang beragama lain akan dipandu oleh tokoh agama masing-masing,” ucap Edwar, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Orang nomor satu di Polres Purwakarta itu menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud perhatian, kepedulian dan tanggung jawab pimpinan Polri kepada anggota yang bermasalah untuk dilakukan pembinaan.

“Dengan menjalani kegiatan di Pesantren ini, jadi kalau bahasa kita ke anggota bermasalah, kalian tidak kita berikan hukuman, tapi kita lakukan pembinaan. Karena setiap anggota yang bermasalah itu tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab anggota, namun juga menjadi tanggung jawab pimpinan. Jadi dengan kegiatan ini merupakan bagian dari tanggungjawab kepada anggota yang bermasalah dengan melakukan pembinaan di Pondok Pesantren,” ucapnya.

Edwar menjelaskan, program pembinaan yang dikemas selama 14 hari hingga 30 hari ini, diwarnai pula kegiatan renungan atau introspeksi diri.

Selain itu, sambung dia, anggota yang sebelumnya lalai dalam menjalankan shalat 5 waktu, menjadi shalat tepat waktu karena di pesantren selalu shalat berjamaah.

“Demikian juga bagi yang membaca Alqur’an kurang lancar menjadi lebih lancar. Siraman rohani setiap hari membuat anggota yang bermasalah menjadi lebih bersyukur, menyadari kesalahan yang diperbuat sebelumnya,” ungkapnya.

Edwar menyebut, pemberian pembinaan ini ditujukan agar mereka memahami konsep reward dan punishment dalam kedinasan Polri.

“Paling tidak mereka sadar bila mereka berprestasi akan ada penghargaan, namun bila mereka melakukan pelanggaran atau tindak pidana maka ada sanksi yang menunggu termasuk resiko kehilangan profesi hingga hukuman pidana. Untuk kegiatan ini sudah dilakukan dia gelombang. Gelombang pertama dua orang dan gelombang ke dua ada empat orang. Jadi selama saya menjabat Kapolres Purwakarta sudah ada enam polisi bermasalah yang di bina di Pondok Pesantren ini,” Jelas Edwar.

Lanjut edwar, pada anggota yang kategori sedang dan ringan akan dilakukan pembinaan seperti yang dilakukan saat ini di Pondok Pesantren Madinah Darul Barokah Lodaya Purwakarta.

“Namun bagi mereka yang terlibat pelanggaran kategori berat akan diproses dengan resiko terberat berupa pemecatan,” tegas Edwar.

Menurut dia, adanya pelanggaran yang dilakukan anggota Polri menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara sikap, sifat, mental, dan hobi anggota tersebut.

“Padahal jika ditilik ke belakang, lanjutnya, anggota Polri memiliki kualitas yang sangat baik. Mulai dari aspek psikologis, mental, dan spiritual,” sebutnya.

Sebelum bergabung menjadi anggota Polri, menurut Edwar, mereka telah memenuhi syarat dan penilaian yang komprehensif.

Jadi jika ada anggota yang melakukan pelanggaran, artinya ada budaya atau kebiasaan yang salah. Maka dari itu di Pondok Pesantren ini lah mereka dibina agar tidak mengulangi pelanggarannya, dan mewujudkan anggota Polri yang memiliki integritas sesuai dengan Tribrata dan Catur Prasety,” ucap Edwar.

Edwar menuturkan, semakin bagus performa anggota Polri, maka semakin bagus pula performa mereka dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Dia meminta para anggota yang menjalani pembinaan dan rehabilitasi bisa berubah dan tidak mengulangi pelanggarannya.

“Diharapkan setelah mereka mendapatkan pembinaan ini agar bisa mengusai diri, sehingga personel produktif dan memberikan kontribusi pada keluarga, masyarakat dan institusi supaya dapat menjadi personel Polri yang Presisi dan berintegritas,” tutur AKBP Edwar Zulkarnain.

(Dodi Junaedi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *