Nganjuk,infobanua.co.id – Virus Covid-19 masih menjadi penyakit yang menghantui warga saat ini.Begitu juga saat dikabarkan ada Omicron subvarian XXB yang meningkat di beberapa daerah,Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk telah mengingatkan semua warga untuk waspada,meski belum ada warga yang terdeteksi tertular.

Dari 35 kasus Covid-19 yang terdata di Kabupaten Nganjuk,belum ada satupun terindikasi XBB tersebut.Hal tersebut karena beberapa sebab.Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk dr Laksomono Pratignjo mengungkapkan,belum terdeteksinya XBB tersebut lebih disebabkan oleh belum dimilikinya kemampuan untuk pengujian.Di mana untuk men…

“Tentunya itu membutuhkan waktu lama dan ketika hasil uji laboratorium itu keluar penderita ternyata sudah sembuh.Inilah mengapa kami belum mendeteksi adanya XBB di Nganjuk,”ungkap Laksomono,Senin (14/11/2022).

Laksomono mengatakan,kasus Covid-19 yang ada di Nganjuk tidak jauh beda dengan penyakit flu pada umumnya.Di mana pesien Covid-19 tersebut bisa cepat sembuh dalam sekali penyembuhan sepekan hingga dua pekan.Namun,Covid-19 masih berbahaya bagi pasien yang punya komorbid atau penyakit penyerta.

“Maka kewaspadaan pada Covid-19 yang dilakukan cenderung kepada manula yang memiliki komorbid,” kata Laksomono.

Laksomono menerangkan,guna mengantisipasi dari penyebaran Covid-19 saat ini yang kecenderungannya terus mengalami peningkatan,Dinkes bekerjasama dengan Polres Nganjuk kembali menggencarkan vaksinasi booster Covid-19.Di mana sasaran vaksin booster ini kepada semua warga.Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa dan manula.

 

“Karena dengan vaksin booster tersebut penyebaran Covid-19 yang kembali mengalami kenaikan bisa dicegah,” terang Laksomono.
Selain itu Laksomono juga menambahkan,jika masyarakat diimbau untuk kembali menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.Yaitu memakai masker,mengurangi aktifitas di luar rumah,menjaga kebersihan dan mencuci tangan.

Prastawan Nganjuk: Imbauan tersebut harus kembali diintensifkan apabila masyarakat sudah terlanjur longgar dan telah menjalankan kembali aktifitas seperti biasanya.
“Dan melihat kondisi Covid-19 yang kasusnya kembali naik tersebut hingga sekarang belum ada kebijakan untuk mengaktifkan secara optimal tim Satgas Covid-19.Tapi kita tunggu saja dahulu apakah tim Satgas Covid-19 perlu dimaksimalkan kembali atau tidak,” imbuhnya.

(prs)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *