Media Terverifikasi Dewan Pers
RedaksiPrivacy Policy

Kades Sungup Kanan di Tangkap, diduga Gelapkan Sertifikat Tanah Warganya

banner 120x600
banner 468x60

Kotabaru, infobanua.co.id – Salahsatu oknum kades di Kabupaten Kotabaru kalsel diduga menggelapkan dokumen berupa sebuah Sertefikat Tanah yanga ada di wilayahnya.

Dalam jumpa Pers dengan awak media Kotabaru Kapolres Kotabaru melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Jalil menyampaikan,

banner 325x300

Dalam kasus tersebut Polres Kotabaru telah menetapkan seorang kades desa Sungup Kanan berinisial A, terkait dugaan kasus penggelapan sertifikat tanah milik seorang warga yang ada di wilayahnya.

Diamana tersangka oknum kades kecamatan pulau laut tengah itu hingga kini sudah di tetapkan sebagai tersangka.

Adapun ungkap Abudul Jalil tersangka (A) sampai saat ini masih aktif menjabat kepala desa Sungup Kanan Kecamatan Pulau Laut Tengah Kabupaten Kotabaru, ungkapnya.

Dugaan penggelapan sertifikat hak milik (SHM) milik warga, dilakukan tersangka dengan motif meminjam sertifikat kepada korban.

Dimana tersangka membuat surat pernyataan pembelian dan memalsukan tanda tangan korban dan

menggadaikan sertifikat tersebut kepada orang lain sebesar Rp 170 juta dengan pembayaran dua kali, paparnya.

Sedangkan Sertifikat tanah tersebut berada di jalan Raya Tanjung Serdang, Desa Sungup Kanan, Kecamatan Pulaulaut Tengah dengan luasan 1.226 meter persegi.

 

Ditambahkannya lagi, tersangka kami jemput di rumahnya di desa Sungup Kanan, pada saat penjemputan,pada tanggal 7 November 2022 lalu dan di lakukan penahanan oleh pihak polres Kotabaru.

Untuk dokomen sertifikat tanah yang digadaikan tersangka kepada orang lain dengan besaran Rp 170 juta.

uangnya tersebut digunakan untuk keperluan pribadi bersangkutan.

Untuk kejadian ini berawal Berawa Pada tahun 2017 tersangka ada mendatangi rumah korban untuk keperluan meminjam sertifikat tanah (SHM dengan Nomor : 00104 atas nama Amat Diansyah).

Dalam kasus ini tersangka berdalih meminjam sertifkat tanah untuk waktu yang tidak lama, namun tidak menjelaskan maksud dan tujuan meminjam sertifikat tanah tersebut, karena adanya hubungan baik antara korban dan tersangka.

Untuk korban sendiri merupakan kepala dusun di desaanya, karena yang meminjam ini adalah kepala desanya maka korban bersedia meminjamkan
Sertifikat tanah miliknya kepada kades tersebut.

Jalil menambahkan pada tanggal 1 Maret 2017 tepatnya di kantor desa Sungup Kanan, tersangka meminta bantuan saksi Julkipli untuk dibuatkan surat penyataan jual beli sertifikat tanah tersebut, setelah selesai dibuat surat pernyataan pembelian sertifikat tanah itu lalu diserahkan kepada tersangka, dan tersangka memerintahkan atau menyuruh saksi untuk memalsukan tanda tangan korban beserta saksi-saksi yang ada dalam surat pernyataan penjualan sertifikat tanah tersebut.

Selesai ditanda tangani, surat pernyataan pembelian beserta sertifikat tanah tersebut,langsung dibawa tersangka ke rumah Go Budi Utomo alias Aliang, sebagai jaminan tersangka meminjam sejumlah uang.

“Pertama Rp 70 juta dan kedua pada tanggal 12 Agustus 2017 sebesar Rp 100 juta.

Kini tersangka dikenakan Pasal 372 KUHP atau Pasal 378 KUHP atau Pasal 263 ayat (2) KUHP dan saat ini tersangka saat ini masih di adakan penahanan pihak Polres Kotabaru,” jelas AKP Abdul Jalil.

(JL).

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *