Nganjuk, infobanua.co.id – Penangkapan seorang kepala daerah berikut lima kepala OPD di Madura,seperti menjadi penegas bahwa Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2022 ini,jangan sekadar menjadi slogan apalagi peringatan seremonial.Komitmen serupa kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab Nganjuk) dengan melanjutkan kebijakan yang mencegah tindak korupsi di lingkungan pemda.

Plt Bupati Nganjuk H.Marhaen Djumadi menjelaskan bahwa langkah dalam mencegah terjadinya korupsi di lingkungan Pemkab Nganjuk adalah dengan reformasi birokrasi dalam setiap promosi,pelantikan atau mutasi jabatan pejabat di Pemkab Nganjuk.Atau selama ini disuarakan Marhaen lewat gerakan Nol Rupiah.

“Komitmen Nol Rupiah menjadi slogan kami yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun,di manapun dan dengan jabatan apapun harus tetap Nol Rupiah.Ini sudah kami lakukan sekitar 1 tahun 6 bulan,” jelas Marhaen,Jumat (9/12/2022).

Marhaen juga mengatakan dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan gratifikasi,maka semua pejabat harus menjauhinya.

“Contohnya saat memiliki acara,maka uang hadiah tidak boleh lebih dari Rp 1 juta.Kalau lebih maka harus laporan ke KPK,” kata Marhaen.

Masih menurut Marhaen,pentingnya penguatan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) yaitu Inspektorat Daerah Kabupaten Nganjuk.Hal itu bisa menjadi filter yang pertama dalam penegakan tindak korupsi di kalangan abdi negara.

“Jadi apabila ada permasalahan maka koordinasinya Inspektorat,langsung  dengan Bupati,” tandasnya.

Di wilayah Nganjuk,dirinya juga berupaya memaksimalkan peran Penyuluh Anti Korupsi.Di mana sekarang ini ada enam Penyuluh Anti Korupsi yang bertugas memberikan penyuluhan anti korupsi.

“SK mereka dari Gubernur Jawa Timur, namun pendidikan keilmuannya dari KPK.Inilah bentuk komitmen kami untuk pencegahan korupsi di Nganjuk,” ungkap Marhaen.

Kemudian,Samsul Huda selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Nganjuk menerangkan,peringatan Hakordia di Nganjuk kali ini membawa tema ‘Indonesia Pulih,Bersatu Berantas Korupsi’ yang merupakan implementasi dari gerakan bersama dalam rangka mencegah dan memerangi korupsi di Nganjuk.

Samsul juga menjelaskan pemerintahan yang bersih menjadi sebuah gerakan penting yang harus dilakukan bersama-sama.Gerakan ini penting bagi penyelenggara negara atau pemda,para pemerhati korupsi,akademisi dan aktivis tindak pidana korupsi.

“Itu untuk membangun kesadaran hukum di masyarakat tentang pencegahan tindak pidana korupsi.Dan peringatan Hakordia di Nganjuk juga sebagai momentum untuk membangun Nganjuk lebih maju,bersih dan bermartabat serta terhindar dari tindak pidana korupsi,” jelas Samsul.

(prs)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *