Nganjuk,infobanua.co.id – Dinas Pemuda,Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk menjadi geram dengan pelaksanaan pembangunan area religi makam Syeh Suluki.Hal tersebut muncul setelah panitia pembangunan wisata religi itu tidak memperhatikan struktur bangunan tersisa dari makam Syeh Suluki yang merupakan cagar budaya.

Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata Disporabudpar Nganjuk Amin Fuadi menjelaskan bahwa struktur bangunan cagar budaya yang dibongkar itu merupakan sisa bangunan cungkup makam Syeh Suluki.

Padahal seharusnya struktur bangunan cungkup lama itu dipertahankan dan diperlihatkan sebagai peninggalan Syeh Suluki.

“Ini yang kami sesalkan,panitia pembangunan area makam Syeh Suluki tidak memperhatikan hal itu dan main bongkar saja untuk dibangun kembali.Padahal itu jelas perusakan bangunan cagar budaya,” jelas Amin,Senin (12/12/2022).

Amin menerangkan di lokasi bangunan struktur lama tersisa dari makam Syeh Suluki tersebut kini telah dilakukan pengecoran dan batu bata struktur bangunan cungkup telah diangkat semuanya.

Tidak diketahui akan dibawa kemana batubatu bata struktur bangunan cungkup makam itu.Apalagi pantia pembangunan area makam Syeh Suluki tidak pernah berkoordinasi dengan Disporabudpar Pemkab Nganjuk.

Amin juga mengungkapkan struktur sisa bangunan lama makam Syeh Suluki harus dikembalikan seperti semula.Apapun wujudnya batu bata struktur makam Syeh Suluki,harus dikembalikan seperti awalnya. “Tentunya itu menjadi resiko dari terjadinya perusakan bangunan cagar budaya,” tandas Amin.

Selain itu Amin juga menambahkan pihaknya secara resmi akan melaporkan perusakan struktur bangunan cungkup tersisa Makam Syeh Suluki itu ke polisi.Ini karena sesuai UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya,di mana perusak bangunan cagar budaya bisa dikenakan pidana 1 tahun hingga 15 tahun dan denda mulai Rp 500 juta hingga Rp 5 miliar.

“Tentunya apabila kami sudah membuat laporan resmi ke kepolisian maka untuk tindak lanjut ada di kepolisian terkait perusakan bangunan cagar budaya di Makam Syeh Suluki,” imbuhnya.

Kemudian,Damira Darmo Pawiro selaku Juru Kunci Makam Syeh Suluki menjelaskan pihaknya tidak tahu menahu tentang dibongkarnya struktur bangunan cungkup Makam Syeh Suluki yang masuk bangunan cagar budaya.

Hal ini disebabkan pembangunan area makam Syeh Suluki dilakukan oleh panitia pembangunan dengan biaya yang dikumpulkan dari warga.

“Jadi kami tidak tahu menahu soal dibongkarnya struktur sisa cungkup maka Syeh Suluki,” jelas Damira.

Damira mengatakan bangunan makam Syek Suluki mulai dari cungkup dan makam sebelumnya mengalami kerusakan parah setelah tiba-tiba pohon beringin di sebelah makam roboh, dan menimpa makam.

Bahkan struktur bangunan utama makam Syeh Suluki hancur tertimpa pohon beringin yang cukup besar pada 2018 lalu. Akan tetapi kerusakan makam Syeh Suluki tidak menyurutkan warga untuk tetap berziarah.Hingga akhirnya dibentuk panitia pembangunan makam Syeh Suluki oleh warga.

“Dari situlah dilakukan pembangunan makam Syeh Suluki hingga sekaran ini.Dan kami bersama warga tidak mengetahui kalau masih ada struktur bangunan tersisa yang seharusnya dipertahankan untuk tidak dibongkar,karena adalah cagar budaya,” terang Damira.

(prs)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *