Cianjur, infobanua.co.id – Penerima bantuan stimulan rekonstruksi rumah warga terdampak gempa Cianjur di Desa Sukasari,Kecamatan Cilaku,tepatnya di kampung Cilaku Hilir diduga dimonopoli keluarga Sekretaris Desa (Sekdes) Sukasari.

“Yang dapat bantuan bukan hanya Sekdes.Tapi informasinya anak dan keluarganya juga mendapatkan bantuan lebih awal,bagaimana itu? ,padahal rumah mereka baik – baik saja,”Ungkap Gaper salah seorang tokoh masyarakat di kecamatan Cilaku,melalui voice note whatsapp yang diterima infobanua.co.id,Sabtu (10/12/2022).

Ia menuturkan dirinya mewakili masyarakat mempertanyakan kenapa hal tersebut bisa terjadi serta bagaimana tentang teknis dan cara pendataan serta pengajuan warga yang berhak mendapatkan bantuan stimulan rekonstruksi rumah terdampak gempa tersebut.

“Yang kami pertanyakan bagaimana teknis pendataan dan pengajuannya,kalau begini kami berhak menduga ada permainan dalam pengajuan tersebut,sehingga oknum Sekdes bisa memonopoli keluarganya menjadi penerima bantuan,”kata Gaper.

Gaper mengatakan pihaknya meminta agar pihak terkait bisa melakukan investigasi terkait hal ini,dimana letak kesalahan dan kecurangan yang dilakukan dalam pengajuan penerima bantuan tersebut serta mengkaji ulang penerima bantuan atas nama sekdes Sukasari dan keluarganya.

“Kami meminta pihak terkait bisa melakukan investigasi soal ini,dan kami meminta nama sekdes dan keluarganya bisa dikaji ulang lagi apakah memang layak atau berhak mendapatkan bantuan ini,jangan sampai bantuan ini tidak tepat sasarannya,kasihan warga yang benar -benar berhak,”tandasnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Cianjur,Nurzien,saat ditanya terkait alur pengajuan dan survei rumah warga terdampak gempa ,Mengatakan Terkait survei rumah warga yang terdampak bencana gempa yang melakukan survei adalah BNPB dengan merekrut mahasiswa dari Unsur,UPI,UNPI,UMI dan Babinsa,dan data warga yang akan disurvei tersebut diberikan pihak kecamatan yang didapat dari setiap desa di wilayah kecamatan tersebut.

“Yang melakukan survei BNPB dengan merekrut mahasiswa dan Babinsa.Datanya dari mana. BNPB mengambil dari kecamatan,Kecamatan dari mana ya dari Desa dan Desa dari RT,Artinya data rumah warga tersebut sumbernya diperoleh dari aparat setempat,”kata Nurzien,Senin (12/12/2022) di Pendopo Cianjur.

Nurzien menerangkan hasil dari survei yang dilakukan datanya akan langsung diserahkan ke BNPB ,namun data yang dikelola oleh BNPB untuk warga penerima bantuan stimulan rekonstruksi rumah sumbernya tetap dari aparat setempat,” intinya apa yang dikelola BNPB datanya dari masyarakat juga melalui aparat setempat,”tandasnya.

Diketahui sebelumnya Nama Sekdes Sukasari,Kecamatan Cilaku terdata menjadi penerima bantuan stimulan rekonstruksi rumah terdampak gempa tahap pertama dengan klasifikasi kerusakan sedang dan mendapatkan nominal bantuan sebesar Rp.30 juta.

Padahal sesuai pantauan dan fakta yang didapat rumah yang bersangkutan tidak mengalami dampak dalam artian tidak mengalami kerusakan.

Kepala Desa Sukasari Daden Supriatman mengatakan soal nama Sekdes yang dapat atau menjadi.penerima bantuan pihaknya akan memending atau menahan dulu pencairan bantuannya sambil melihat reaksi masyarakat dan nanti jika ada masyarakat yang benar -benar berhak atas bantuan tersebut dan tidak mendapatkannya, pihaknya berjanji akan menyerahkan semua bantuan yang di terima sekdes tersebut.

“Ini kan rekeningnya sudah jadi,tidak tahu juga kenapa bisa jadi rekeningnya,untuk itu pecairannya kita pending dulu untuk melihat reaksi masyarakat,dan kita sudah sampaikan ke masyarakat rekening punya sekdes ada dipegang saya ,kalau nanti ada masyarakat yang tidak mendapat bantuan karena rumahnya rusak terdampak.Bantuan yang ada di rekening sekdes akan diberikan,”kata Daden,Jum’at (09/12/2022)

Hasbi (Abi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *