KAJEN, infobanua.co.id – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq hadir secara langsung untuk memantau berjalannya proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 kepada ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memadati Kantor Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Kecamatan Kajen, Selasa (13/12) pagi.

Melalui wawancara singkat disela kegiatannya, Bupati Pekalongan mengatakan sengaja datang ke lokasi penyaluran BLT BBM untuk memastikan bahwa kegiatan penyaluran bantuan berjalan dengan baik dan tertib, bantuan diterima dalam bentuk tunai, serta benar-benar diterima oleh yang bersangkutan secara langsung.

Selain itu, bupati juga mengungkapkan sasaran penerima BLT adalah para pekerja sektor transportasi dan juga para pekerja yang terdampak kenaikan harga BBM bersubsidi, “Kita sasaranya dalah sektor transportasi yang benar-benar sangat terkena dampak dari kenaikan harga BBM bersubsidi seperti ojek online dan juga para bapak-bapak dan ibu-ibu yang bekerja menggunakan BBM. Itu memang benar-benar menjadi tujuan utama yang kita perhatikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, selain para pekerja sektor transportasi, Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam kegiatan tersebut juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat miskin yang tidak termasuk kedalam program penerima bantuan pemerintah lainnya, “Hal ini kita lakukan supaya lebih merata terkait penerima bantuan ini. Walaupun memang masih belum banyak karena kemampuan setiap daerah berbeda-beda. Tetapi ini adalah acara kita untuk membantu menekan kemiskinan di Kabupaten Pekalongan dan menekan efek dari kenaikan BBM,” ujar bupati.

Bupati berharap bahwa para penerima BLT BBM dapat menggunakan bantuan tersebut dengan baik dan bertanggung jawab, “Saya berharap agar ini dapat digunakan untuk bekerja sehari-hari maupun untuk keperluan rumah tangga,” kata bupati.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Yudi Himawan menuturkan bahwa ada sebanyak 373 KPM yang menerima BLT BBM di Kabupaten Pekalongan,”373 ini terdiri atas 133 dari sektor pekerja transportasi dan 240 merupakan warga dari 7 Desa dan 1 Kelurahan yang termasuk kedalam Lab Kemiskinan Kabupaten Pekalongan. Jadi masing-masing dari desa tersebut ada 30 orang warganya menerima BLT,” jelasnya.

Kedepannya, Yudi berharap agar Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat menyalurkan bantuan lebih banyak kepada keluarga-keluarga lainnya yang belum pernah tersentuh bantuan pemerintah.

Diketahui, penerima BLT BBM di Kabupaten Pekalongan merupakan KPM yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), diutamakan bukan penerima PKH, Bantuan Sembako, BLT Bantuan Pusat dan BLT Dana Desa Tahun 2022 yang berprofesi sebagai pengemudi transportasi. Serta warga Kabupaten Pekalongan yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diusulkan oleh Kelurahan/Desa di wilayah laboratorium kemiskinan yang diutamakan bukan penerima PKH, Program Sembako, BLT BBM Pusat dan BLT Dana Desa Tahun 2022.

Sementara itu, penerima BLT BBM mendapatkan bantuan senilai Rp. 200.000 per KPM per bulan selama 3 bulan yaitu Oktober, November, Desember 2022, sehingga total bantuan adalah Rp. 600.000 per KPM dan disalurkan satu kali pada bulan Desember 2022.

Seorang KPM yang kesehariannya bekerja sebagai Ojol Yudib dalam wawancara mengaku bersyukur bisa mendapatkan BLT BBM tersebut, “Alhamdulillah, karena ini dapat membantu saya dan keluarga. Bulan-bulan ini sedang ada pengurangan karyawan dan ordean ojek juga sedang sepi, jadi berhubung ada bantuan ini lumayan bisa membantu saya dan keluarga. Terima kasih Bupati dan pemerintah, saya akan menggunakan ini untuk keperluan keluarga saya,” ujarnya.(Simbah)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *