Cianjur, infobanua.co.id – Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyupport sistem kelistrikan dalam proses pembangunan hunian tetap (Huntap) korban bencana gempa Kabupaten Cianjur.

“Dalam proyek pembangunan Huntap di Desa Sirnagalih,Kecamatan Cilaku.Kita support kelistrikan untuk penerangan sementara sebanyak 66 KVA (Kilo Volt Ampere) atau sebanyak 66.000 VA,”kata Manager keuangan dan Umum PLN UP 3 Cianjur,Nurul Setyorini kepada wartawan.Selasa (13/12/2022).

Nurut menuturkan untuk rumah hunian tetap (Huntap) nya sendiri nanti akan dipasang sistem kelistrikan dengan daya 900 watt disetiap rumahnya.daya tersebut memadai untuk huntap atau risha bertype 36 yang dibangun tersebut.

“Kita menunggu proses pembangunan Risha atau Huntap yang ditargetkan selesai januari nanti,untuk kelistrikannya seperti yang diminta akan dipasang dengan daya 900 watt/rumah,dengan bangunan rumah Risha yang bertype 36,Daya Listrik 900 watt tersebut bisa memadai,”ucap Nurul.

Nurul juga mengungkapkan pasokan listrik pascagempa bermagnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sudah berlangsung normal. Tim PLN berhasil memulihkan pasokannya hanya dalam waktu 36 jam.Gempa yang begitu dahsyat mengakibatkan 21 penyulang PLN serta 1.884 gardu terdampak. Kondisi tersebut mengakibatkan pasokan listrik terhadap 326.028 pelanggan terganggu.

“Untuk penanganannya sendiri PLN UP3 Cianjur dibantu tim dari seluruh Jawa Barat. Tim disebar ke titik-titik yang urgent untuk dilakukan perbaikan karena kondisi saat itu sangat memprihatinkan, terutama di daerah Cugenang,” Ungkap Nurul,

Percepatan penanganan lantaran pasokan listrik untuk masyarakat harus tetap terpulihkan kembali secara maksimal. Hanya dalam waktu 36 jam, pasokan listrik sudah berangsur pulih.

“Kurang dari 24 jam, penyulang sampai dengan gardu sudah berhasil dipulihkan kelistrikannya,” ucapnya.

Masih kata Nurul Di sisi lain, PLN juga bergerak di sisi kemanusiaan. Melalui Yayasan Baitul Mal, disalurkan berbagai bantuan bagi korban gempa.”Setiap bulan kami menyisihkan zakat dari penghasilan. Itu kemudian dikumpulkan dan dikelola. Saat itu dikirimkan untuk dapur umum berupa dua unit food truck. Satu berada di area PLN UP3 Cianjur dan satu lagi di Posko Satgas Utama BUMN di Perum Perhutani Cianjur,” terang Nurul.

Keberadaan dapur umum untuk membantu kebutuhan logistik para pengungsi di berbagai titik. Termasuk membuka posko kesehatan yang beroperasi secara mobile.”Jadi tim kesehatan ini mobile memantau kondisi para pengungsi di pengungsian. Kalau di satu titik sudah teratasi, tim posko kesehatan bergerak lagi ke lokasi lain,” kata Nurul.

PLN juga membantu pemulihan trauma para pengungsi, terutama psikososial kalangan anak-anak. Mereka dihibur dengan pendongeng yang didatangkan dari Bandung.”Dirut PLN juga sempat datang ke Cianjur disusul kemudian istri pak Dirut juga datang. Kami lakukan trauma healing di Desa Cibeureum Kecamatan Cugenang,” pungkasnya.

Hasbi (Abi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *