Nganjuk, infobanua.co.id – Operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Jayastamba Jilid Il Polres Nganjuk menyasar sejumlah kafe dan tempat karaoke. Hal tersebut untuk antisipasi penyalahgunaan narkoba dan minuman keras menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2023.

Kabagops Polres Nganjuk Kompol Abdul Rokib mengatakan,razia yang dilakukan ini sebagai upaya preventif yang diambil Polres Nganjuk untuk mencegah peredaran narkoba dan minuman keras di kafe dan tempat karaoke.

“Tim Polres telah melakukan razia di kawasan ekslokalisasi Guyangan,kemudian di wilayah Kecamatan sukomoro dan terakhir di wilayah Kecamatan Tanjunganom.Dalam razia kami lakuk…

Seperti yang diterangkan Rokib,razia ini akan terus dilanjutkan selama operasi KRYD Jayastamba Jilit II digelar.Diharapkan dengan dilaksanakannya razia ini tidak ada penyalahgunaan narkoba dan miras untuk pesta pada libur pergantian tahun nanti.

Kemudian Tenaga Medsis Poliklinik Polres Nganjuk Dan BNNK,dr Prasetya Rastrasewakotama menerangkan hasil razia KRYD Jayasamba Jilid Il,di mana dari ketiga lokasi razia yang dilakukan tim Polres Nganjuk tersebut telah diperiksa sebanyak 37 orang terdiri dari 16 perempuan dan 21 laki-laki.

“Dari pemeriksaan urine dengan memakai DOA test kit 6 panel kepada 37 orang tersebut semua menunjukkan hasil negatif narkoba,” terang Prasetya.

Kegiatan Operasi KRYD Jayatstamba jilit II juga digelar jajaran Polsek Lengkong.Meskipun baru tiga hari razia,setidaknya total ada 17 unit motor berhasil diamankan.Sepeda motor yang diamankan tersebut umumnya tidak sesuai spektek seperti kenalpot brong, ban kecil, dan sebagainya.

Kapolsek Lengkong,AKP Roni Andreas mengungkapkan,Operasi Jayastamba Jilid II dimaksudkan untuk meningkatkan kembali disiplin berlalu lintas bagi masyarakat sekaligus meminimalisir terjadinya Lakalantas dari ketidakpatuhan.

Roni juga menambahkan kegiatan ini juga sebagai antisipasi terjadinya gangguan keamanan saat menjelang dan akan dilaksanakan pergantian tahun ini yang mungkin digelar besar-besaran.Seperti arak-arakan atau konvoi roda dua dengan suara knalpot yang berisik sehingga bisa menggangu kelompok masyarakat lain.

“Kondisi seperti itu bisa menimbulkan gangguan keamanan atau gesekan antar kelompok.Makanya sebelum terjadi kami berupaya menekan terjadinya kondisi tersebut semaksimal mungkin,” jelas Roni.

Selain itu Roni juga menjelaskan untuk jumlah barang bukti operasi KRYD Jayastamba Jilid Il,dipastikan akan terus bertambah hingga Operasi berakhir tanggal 21 Desember 2022 mendatang.Dan bagi pelanggar yang ingin mengambil kendaraannya,mereka terlebih dahulu harus memenuhi syarat yang sudah ditentukan.Yakni membawa STNK dan BPKB dan menyertakan surat pernyataan yang ditandatangani atau mengetahui dari Danramil, Kepala Desa, dan orangtua.

“Inti pernyataanya mereka tidak akan mengulangi perbuatan untuk memodifikasi kendaraan bermotor tidak sesuai spektek,” tandas Roni.

(prs)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *