Muara Teweh, infobanua.co.id – Kejadian memalukan yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa berinisial SR di salah satu Desa, di Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, Mebuat salah satu warganya mengalami Depresi kuat hingga mencoba bunuh diri namun sempat dibawakan keluarganya ke Rumah Sakit Umum Daerah setempat.

Saat diwawancari beberapa awak media infobanua.co.id beserta beberapa media lainya di lokasi depan RSUD Muara Teweh, Sekitar Pukul. 11. 17 Wib (malam) 15/12/2022. Haidir selaku paman korban menjelaskan kronologi.

“Peristiwa terjadi pada pagi hari Senin sekira jam 00.07 WIB, tanggal (12/12/2022) saat wanita paruh baya (48 tahun) yang masih memiliki suami sedang menyadap karet di kebun miliknya di jalan lintas Desa Liang Naga-Hajak tiba-tiba didatanggi SR dan mengajak untuk melakukan hubungan intim, hingga keinginan tersebut ditolak, tapi dengan bujuk rayu janji dinikahi dangan paksaan maka si nenek dari 4 orang cucu ini terpaksa melayani dafsu sang kades,” tuturnya.

Merasa tidak dipertangungjawabkan (Si Nenek – Red) yang sudah memiliki 4 orang cucu itu pada pagi harinya melapor perbuatan tidak senonoh yang dilakukanya bersama oknum kades kepada saudara sepupunya lalu mereka mendatangi ketua Rt dan melapor kejadian kepada pengurus Adat setempat sehingga kasus ini gempar bermula saat dilakukan pertemuan di kantor Desa yang mengupayakan perdamainan antara Kades SR alias DW dengan suami yang bersangkutan saja tanpa diketahui apalagi melibatkan pihak keluarga lainya

Pada pertemuan itu disepakati Kades SR membayar denda secara Adat sebesar Rp13.946.050.- kepada suami si (nenek -Red)

Pada suerdamaian yang ditunjukan itu dibenarkan dan diketahui oleh Damang Kepala Adat Desa setempat dan disaksikan oleh beberapa orang saksi.

Mengetahui kejadian tersebut dan perdamaian itu dilakukan tanpa sepengetahuan keluarga si (Nenek-Red) yang disetubuhi maka keliarga bersepakat untuk melaporkan kejadian ke Polres Barito Utara yang sudah dilaporkan pada hari Rabu siang (15/12/2022).

Setelah pada siang hari melaporkan peristiwa yang dialaminya, pada malam harinya sinenek paroh baya berupaya melakukan bunuh diri dengan mengantungkan diri pada seutas tali, untungnya upaya tersebut diketahui dan diselamatkan keluarganya hingga saat ini kami bawa kerumah sakit ini kerna korban mengalami kesulitan bernapas akibat bekas teli di lehernya

Saya sebagai paman korban sangat keberatan dengan tindakan Kades SR dan kami sudah melaporkan peristiwa ini ke Polisi, ini sudah mencoreng nama baik keluarga dan desa kami, seharusnya Kepala Desa menjadi panutan tapi untuk kelakuan Kades SR ini sangat tidak bermoral,” ujar Aidil.

Ditempat yang sama anak ke 2 si nenek juga menyampaikan keberatanya, “Atas kejadian tersebut saya sebagai anak merasa keberatan dan sepenuhnya menyerahkan keprises hukum, terkait depresi ibu kami untuk sementara akan siap menjaga dan merawanya sesuai kewajiban seorang anak. Terangnya

Dison bersama warga setempat yang pada saat itu turut membawa si Nenek ke Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh sangat menyayangkan atas kejadian tersebut

Dikatakan Dison, “Menurut saya selaku tokoh masyarakat, terkait kejadian ini kalau memang benar adanya tentu sangat mencoreng dan melanggar ketentuan pemerintah kerna selaku panutan itu agar memberikan yang terbaik kepada masyarakat seluruhnya.

“Apabila dalam proses nanti memang terbukti maka sebaiknya BPD setempat mengambil hak Angket,” tutur Dison

Kurang lebih 1,5 Jam di RSUD Si (Nenek-Red) bisa dibawa pulang oleh keluarga

Dikompirmasi melalui WhatsAapnya RS mengatakan itu kejadian direkayasa dan pitnah, kerma waktu diurus kemaren ada banyak saksi termasuk istri saya hadir, dia ngaku salah sama istri saya kerna udah pacaran dengan saya, setelah saya pulang dari luar kota nanti kita urus dan masalah ini kerna banyak yang menunganinya Tulis RS (Tim)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *