Nunukan, infobanua.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu Kabupaten nunukan provinsi Kalimantan Utara Melakukan Coffe Morning mengajak Rekan Rekan Jurnalis Nunukan

Silaturahmi antara Bawaslu sebagai pengawas pemilu dan media  yang punya peran yang sangat strategis dalam menyampaikan informasi  yang akurat kepada seluru Elemen  masyarakat berkaitan dengan progres perkembangan pengawasan pemilu dan penyelenggaraan Pemilu secara teknis berlangsung di salah satu Caffei jalan ahmad Yani nunukan Tengah, kamis 15/12/2022.

M.Yusran SH ketua Bawaslu kabupaten nunukan didampingi Rahman. SE, anggota Bawaslu kabupaten nunukan,  dengan sudah ditetapkan  partai politik  peserta Pemilu sebanyak 17 partai politik sehingga beberapa hal yang harus kami Ingatkan.

Kepada  semua pihak bahwa peserta Pemilu itu sudah ada dan nomornya Sehingga nanti misalkan partai politik tersebut ingin sosialisasi  misalkan di sekolah- Sekolah  ataupun Rumah Ibada seperti  di Masjid di Gereja.

Mengapa  karena kita berharap Masjid  Gereja ataupun Tempat pendidikan atau sekolah itu menjadi tempat yang bebas dari politik praktis agar atmosfernya lebih bebas termasuk juga bagi ASN misalkan agar lebih hati-hati dalam hal ini, kan sudah ada nomor urutnya juga sudah ada, sehingga lebih hati-hati dalam misalkan publik misalkan jangan sampai misalkan mengacungkan satu jargon-jarbon yang berkaitan dengan partai politik.

Intinya  Jadi ini sebenarnya kita silaturahmi ya berkaitan dengan evaluasi tahapan yang sudah berjalan dan kemudian ke depan sinergitas antara Bawaslu dan media itu yang terpenting  sehingga kita berharap Masukkan dari teman-teman media atau Jurnalis.

Kita juga dalam waktu dekat ini akan melakukan “Rekrutmen pengawas Pemilu Kelurahan Desa”,  di mana kami mengajak seluruh masyarakat untuk bergabung ya bergabung menjadi pengawas pemilu.

Lanjut Yusran, bahwa ini  yang menjadi sejarah dua proses penyelenggaraan pemilu terbesar ya bukan hanya dalam sejarah Indonesia maupun bahkan sejarah dunia ya antara Pemilu dan Pilkada di tahun yang sama yang kemarin itu 25 Sekarang turun menjadi 21 bahkan diskresinya itu bisa 17 tahun ketika apa tidak ada calon yang berusia 21 Nah jadi ini diskresinya luar biasa dari 21,dan  25 menjadi 21 bahkan 17  ini sesuai Perpu Nomor 1 Tahun 2022 ini adalah Perpu dari undang-undang No: 07 tahun  2017 kemarin 2017 itu mengatur batas usia (PDK) pengawas Pemilu Kelurahan Desa ataupun PTS itu 25 tahun.

Lanjud M Yusran SH ketua Bawaslu Labupaten Nunukan  sekarang diturunkan karena kita memang mengalami kesulitan pada pemilu tahun 2019 atau pemilu sebelumnya harus merekrut usia 25 tahun menjadi Perpu ini di diubah, undang – – undang No 7 tahun 2017 ini menjadi 25 menjadi 21 nah sehingga kita mengajak ke seluruh lapisan masyarakat yang memenuhi syarat yang mempunyai integritas punya semangat untuk mengawal demokrasi kita untuk kemudian bergabung bersama kami.

Di setiap tempat pemugutan suara (tps) itu ada pengawas TPS ada pemilu yang lalu kita mencari batas umur 25 keatas, dan kalau Sekarang ini pemilu tahun 2024  kita cari  usianya 21 bahkan diskresinya itu bisa sampai 17 tahun.

Kalau Panwaslu Desa itu di setiap desa satu orang ini yang akan segera kita buka untuk jadwalnya dalam waktu  dekat kalau da sudah keputusan Bawaslu Pusat,  belum ada yang jelas bulan depan itu kita buka pendaftaran Panwaslu Kelurahan Desa nanti akan diumumkan secara luas karena memang persyaratannya juga diumumkan secara luas .

jadi sekarang ini kita melakukan sosialisasi di berbagai tempat setiap pertemuan untuk segera dibuka perekrutan pengawas pemilu kelurahan dan desa dan untuk usianya bukan lagi 25 melainkan 21 bahkan bisa direkrut sampai 17 tahun sesuai dengan Perpu Nomor satu Tahun 2022.

Kita lihat struktur pemerintahan kita ada 240 desa dan kelurahan jadi nanti kita butuhkan sebanyak  orang itu tapi nanti kita Susun secara Cermat ujar Yusran diwawancarai usai silatueahmi dengan sejumlah jurnalis Nunukan

(Yuspal)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *