Cianjur, infobanua.co.id – Statment Bupati Cianjur.H.Herman Suherman yang mengatakan Bencana di Kabupaten Cianjur menjadi berkah bagi Kabupaten Cianjur Menuai Polimek.

Bahkan video saat Bupati mengucapkan Statment tersebut viral beredar di group Whatsapp serta medsos dan menjadi topik pembahasan.

“Tujuan saya sebelum adanya bencana alam adalah meningkatkan IPM dan Stunting,menurunkan stunting dan meningkatkan IPM khususnya kesehatan harus ada sanitasi yang baik,ditiap -tiap rumah harus ada WC sekarang dengan adanya bencana alam 58 ribu rumah yang dibantu oleh pemerintah daerah dan pusat harus ada WC,sehingga rumah-rumah yang ada di Cianjur akan baik dan punya sanitasi yang baik,”ucap Bupati Cianjur, Herman Suherman dalam sesi wawancara bersama awak media,Rabu (14/12/2022) lalu.

Masih kata Herman “Kalau pemerintah daerah mengadakan dana Sebesar itu saya rasa tidak akan mampu,untuk bangunan rumah saja 58 ribu tidak kurang 2,5 triliun yang dibutuhkan,belum sekolah,infrastruktur,mesjid dan lainnya,saya yakin perlu 6 triliun harus memakan dana,pemerintah daerah tidak akan bisa mengadakan uang sebesar itu,dan ini ada bantuan pemerintah pusat itu luar biasa,sehingga endingnya kedepan Bencana membawa berkah untuk Kabupaten Cianjur, “kata Herman.

Menanggapi Statment Bupati Cianjur tersebut,
Direktur Politic Social and Local Goverment Studies (Poslogis), Asep Toha (Kang Asto) angkat bicara,Menurut Asto ucapan Bupati tersebut apakah merupakan pengakuan Bupati atas ketidakmampuan dirinya dalam berupaya mendatangkan anggaran bagi Kabupaten Cianjur serta melakukan inovasi pembangunan untuk menaikkan IPM.

“Apakah ini pengakuan tidak sadar, bahwa jika ga ada bencana sama dengan ga mampu berupaya datangkan anggaran ke Cianjur untuk naikan IPM?,dan apakah ini Pengakuan juga, bahwa jika.ga ada bencana, maka tidak ada inovasi pembangunan, hingga IPM ga naik?,”kata Asto melalui pesan whatsapp yang diterima Infobanua.co.id saat diminta tanggapannya terkait Statment Bupati Cianjur tersebut.Sabtu (17/12/2022).

Lebih lanjut Asto mengatakan Apakah Bupati juga tidak tahu kalau bencana yang terjadi itu justru merusak tidak hanya fisik tapi juga fsikis, dan ini jistru berdampak pada penurunan IPM.Dan apakah dia sadar, bahwa.Cianjur itu luas.Apakah dengan bencana gempa di wilayah itu kemudian dibangun lagi sarana -sarana pendidikan lalu sekonyong-konyong IPM se Cianjur naik.

“Makanya ini saya sebut, pernyataan kepala daerah terbodoh sepanjang sejarah adanya daerah yang terkena bencana,”tandas Asto.

Hal Senada juga disampaikan Ketua SC 234 Regwil Kabupaten Cianjur,Soni Farhan yang mengatakan Bencana gempa bumi dengan magnitudo 5,6 yang terjadi di kabupaten cianjur menjadi bencana yang sangat mengerikan dan menyedihkan serta membuat trauma masyarakat baik orang tua maupun anak-anak.

“Ini adalah bencana yang mengerikan bagi masyarakat ,rumah -rumah masyarakat rusak total sehingga tidak dapat dihuni kembali, tidak hanya hal tersebut yang paling mengerikan dan menyedihkan yakni membuat air mata kita jatuh banyak korban jiwa baik orang tua, remaja, dan anak-anak. Anak anak yang kehilangan orang tua nya, anak-anak yang kehilangan kasih sayang orang tua, anak anak yang membutuhkan bimbingan orang tua nya kini sudah sirna, tentunya ini menjadi PR dan evaluasi kita semua terutama adalah pemerintah kabupaten cianjur dalam hal ini Bupati Cianjur harus mampu membuat solusi – solusi terbaik untuk masa depan anak anak khususnya dan umumnya untuk masyarakat yang kehilangan harta bendanya,”kata Soni.

Ia melanjutkan ,baru baru ini Bupati Cianjur membuat penyataan yang sangat mengegerkan bahwa Gempa Bumi dengan magnitudo 5,6 ini adalah “berkah” dengan asumsi berkah mendapat perhatian dari pemerintah pusat serta dengan keyakinan bahwa IPM cianjur akan naik.Ini tentunya pernyataan yang sangat menyakitkan hati masyarakat kabupaten cianjur terutama masyarakat yang kehilangan rumah, harta benda, dan keluarga.

“Untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat serta meningkatkan IPM kabupaten cianjur bukan dengan kejadian gempa bumi ini, melainkan dengan prestasi kabupaten cianjur yang harus bagus dan baik serta menjadi nomor 1 di indonesia, itu baru menjadi kebanggan kita semua sebagai masyarakat kabupaten cianjur, bukan dengan cara adanya gempa bumi dan masyarakat cianjur banyak yang meninggal baru menginginkan perhatian dari pemerintah pusat.Ini adalah pikiran yang gagal paham dan tidak layak di sampaikan karena sangat menyakiti hati masyarakat kabupaten cianjur khususnya kami keluarga besar 234 SC Kabupaten Cianjur,”ucap Soni.

Masih kata Soni,belum pulih trauma masyarakat akan bencana gempa yang terjadi beberapa hari lalu saudara-saudara kita yang ada dikecamatan sukanagara Cianjur Selatan juga dikagetkan dengan adanya bencana banjir yang besar, sehingga mengakibatkan ladang-ladang pesawahan terendam, rumah rumah masyarakat terendam dan lain lainnya. Apakah ini juga yang dinamakan “berkah” seperti yang ada dalam pikiran Bupati Cianjur.

“Saya pikir pak Bupati Cianjur kejadian-kejadian yang menimpa dikabupaten cianjur ini bukan “berkah”, melainkan kejadian alam yang dimana harus menjadi evaluasi besar-besaran oleh pemerintah kabupaten cianjur dalam menghadapi situasi seperti ini sehingga kedepan tidak ada lagi korban jiwa, tidak ada lagi anak anak yang kehilangan orang tuanya, tidak ada lagi masyarakat yang kehilangan harta bendanya.,”pungkasnya.

Hasbi (Abi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *