Media Terverifikasi Dewan Pers
RedaksiPrivacy Policy
JABAR  

Masuki Proses Pemulihan Pembelajaran Pasca Gempa,Disdik Cianjur Masih Kekurangan Tenda Darurat

banner 120x600
banner 468x60

Cianjur, infobanua.co.id – Memasuki masa transisi dan pemulihan pasca bencana gempa bermagnitudo 5,6.Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur siap melaksanakan kembali proses pembelajaran khususnya di sekolah terdampak bencana gempa.

“Saat ini sudah memasuki masa transisi dan masa pemulihan.Khusus sektor pendidikan kami sudah membangun beberapa tenda pembelajaran yang kami bangun pada sekolah yang terdampak gempa bumi,” kata Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur,Akib Ibrahim kepada wartawan usai kegiatan Lounching Ayo Sekolah di Gedung PGRI Kecamatan Cilaku.Rabu (21/12/2022).

banner 325x300

Akib menuturkan pihaknya tidak memungkiri, proses pemulihan pembelajaran di sekolah bukan perkara mudah. Dengan artian,semua perangkat harus tersedia untuk mendukung pelaksanaannya.

“Tadi kita ingatkan semua rekan-rekan, memulihkan pembelajaran itu tidak mudah. Tapi Alhamdulillah berbagai NGO hadir, berbagai lembaga juga hadir, ada dari Kemendikbudristek, juga Cabang Dinas Wilayah VI Pendidikan Provinsi Jabar, dan berbagai bidang lainnya. Sehingga ketika kita bersama, maka bisa memenuhi berbagai kekurangan-kekurangan,” tutur Akib.

Akib menerangkan Disdikpora Kabupaten Cianjur sudah memetakan berbagai kebutuhan fasilitas dalam mendukung pemulihan pembelajaran. Satlah satunya menyiapkan tenda-tenda darurat selama pemulihan pembelajaran.

“Untuk SMP sepertinya sudah semuanya mendapatkan. Namun untuk SD masih kekurangan (tenda). Untuk PAUD juga masih kekurangan. Mudah-mudahan dengan cara ini kita bisa dibantu fasilitas pembelajarannya. Dari manapun adanya,” terangnya

Lanjut Akib Berdasarkan data, terdapat sebanyak 701 unit bangunan fasilitas pendidikan yang rusak akibat gempa di Kabupaten Cianjur. Sedangkan tingkat kerusakannya terdiri dari berat, sedang, dan ringan.

“Selain tenda kita menyiapkan ruangan-ruangan belajar. Yang masih bisa digunakan, diingatkan kepada sekolah untuk segera dirapikan, dibereskan. Ketika kerusakannya ringan, masih bisa diperbaiki secara gotong royong. Itu bisa jadi alternatif pembelajaran,” kata Akib.

Akib menambahkan proses pemulihan pembelajaran di sekolah sambil menunggu juga komitmen pemerintah membangun kembali bangunan sekolah yang rusak berat. Butuh waktu sekitar 3 bulan untuk pelaksanaan pembangunannya.

“Menunggu proses itu ,sementara ini kita menyiapkan pembelajaran darurat,” tutupnya.

Hasbi (Abi)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *