Media Terverifikasi Dewan Pers
RedaksiPrivacy Policy
Opini  

Kerjasama Deradikalisasi Indonesia dan Arab Saudi Sebagai Upaya Mengurangi Terorisme

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Nabila Ima Mitha

 

banner 325x300

Terosisme merupakan salah satu isu global yang terus ada hingga saat ini, awal dari dikenalnya terorisme oleh dunia internasional adalah saat munculnya tragedi penyerangan gedung World Trade Center oleh kelompok Al-Qaeda pada 11 september 2001 di New York City sejak saat itu terorisme semakin meluas dan seluruh negara menjadikan terorisme sebagai ancaman bagi keamanan negara dan dunia internasional. Mengutip dari Undang-Undang nomor 15 tahun 2003 definisi dari terorisme ialah suatu tindakan yang dilakukan oleh setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas nasional. Terorisme yang semakin meluas hampir di seluruh negara membuktikan bahwa organisasi radikal semakin berkembang dan dapat beradaptasi dengan kondisi global saat ini. Adanya globalisasi dan mudahnya akses internet juga menjadi salah satu sarana yang paling mudah untuk para teroris menyebarkan doktrinnya kepada anak muda dan mempermudah penyatuan ide-ide dan aksi terorisme dari berbagai negara

Terorisme juga sering kali dikaitkan dengan agama islam karena adanya penggunaan atribut-atribut keagamaan saat terjadinya aksi terorisme tersebut. Indonesia dan Arab saudi merupakan negara yang identik sekali dengan islam, dimana Indonesia merupakan negara dengan jumlah pemeluk agama islam tertinggi di dunia, sedangkan arab saudi merupakan rumah bagi kota mekah dan madinah yang menjadi tanah suci bagi umat muslim. Untuk menekan angka terorisme kedua negara sama-sama memberlakukan program deradikalisasi. Deradikalisasi adalah metode yang dilakukan kepada orang yang telah terpengaruh paham-paham radikal untuk merubah atau menetralisir pemikiran radikal mereka agar meninggalkan kekerasan dan tidak terlibat lagi dalam kegiatan terorisme yang dilakukan kepada teroris yang berada di dalam lapas maupun yang berada di luar lapas. Dalam program deradikalisasi teroris diajarkan untuk mepelajari pemahaman agama yang benar sesuai dengan ajaran yang ada di negara tersebut, kemudian para teroris juga diberi pembekalan untuk menjalankan kehidupannya lagi secara normal.

Kedua negara yaitu Arab Sudi dan Indonesia memutuskan untuk membentuk kerjasama dalam hal penanganan terorisme karena di kedua negara sama-sama mengalami serangan kelompok terorisme. Pada tanggal 23 Januari 2014, Indonesia dan Arab Saudi sepakat untuk melakukan kerja sama dibidang keamanan yang disebut dengan Defense Cooperation Agreement (DCA) untuk pertama kalinya. Kedua negara sepakat melakukan kerjasama untuk menguatkan keamanan negaranya. Kesepakatan mengenai terorisme ini kemudian dipertegas, pada bulan Oktober 2018 dengan penandatangan perjanjian pemberantasan terorisme. Antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Presidency os State Security of Saudi bekerjasama dengan saling bertukar informasi intelejen, bertukar pengalaman, pengadaan pelatihan, merancang draft nota kesepahaman kerjasama anti-terorisme, dan penanganan pasca terorisme. Dalam hal penanganan pasca terorisme Arab antara arab saudi dan Indonesia saling mempelajari dan berusaha untuk membentuk program deradikalisasi yang efektif untuk para pelaku terorisme, Arab saudi dan Indonesia memilih deradikalisasi sebagai penanganan pasca terorisme karena deradikalisasi menyasar pada akar dari teorisme yaitu ideologi radikal. Selain itu Arab Saudi juga memberikan bantuan kepada Indonesia dengan mengirimkan ulama yang kompeten untuk turut berperan dalam menuntun para pelaku terorisme untuk melawan ideologi radikal.

Di Indonesia sendiri deradikalisasi masih belum terealisasikan secara maksimal karena masih mudahnya penyebaran ajaran paham radikal di lingkungan masyarakat dan kurangnya rehabilitasi untuk mantan terpidana teroris yang kemudian memperbesar kemungkinan mereka masih menganut paham tersebut saat sudah keluar dari lapas dan terus menyebarkannya. Oleh karena itu Indonesia memutuskan untuk menyetujui kerja sama dalam bidang pemberantasan terorisme dan deradikalisasi dengan harapan agar permasalahan terorisme dapat diatasi hingga ke akarnya. Kerja sama antara kedua negara ini masih terus berlanjut hingga saat ini dan semakin dikembangkan agar program deradikalisasi di kedua negara semakin efektif dan dapat menekan angka terorisme secara signifikan.

Mahasiswi Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *