Oleh: Wahyu Dwi Pambagyo

 

Normalisasi menurut KBBI, merupakan pemahaman mengenai sebuah tingkah laku maupun tindakan yang berorientasi menjadi normal atau juga bisa dengan kata lain menjadi kembali, tingkah laku untuk mengembalikan kepada keadaan, ikatan, serta segala kemungkinan yang bisa menjadikan keadaan kembali normal kembali (KBBI). Terjadinya hubungan diplomatik di sebuah negara menandakan adanya kedaulatan yang diakui secara penuh, yang kemudian menandakan adanya jalan untuk melaksanakan hubungan bilateral. Adanya langkah yang harus dicapai dalam membuka hubungan bilateral tersebut dengan cara melakukan kunjungan yang bersifat tingkat tinggi, dengan adanya hal ini membuat adanya kesepahaman antara kedua negara menjadi lebih baik, saling mempercayai kedua negara untuk melakukan hubungan kerjasama antar kedua negara atau juga bisa disebut hubungan bilateral dalam berbagai bidang sosial dan politiknya.

Adanya hubungan antara kedua negara yaitu Israel dengan negara Arab dikatakan dibatasi dengan sebuah pemahaman yang berbeda antara kedua negara tersebut, adanya perbedaan yang datang dari segi ideologi yang dipegang oleh kedua negara tersebut antara ideologi islam dengan ideologi yahudi, serta adanya sejarah panjang kedua negara yang menjadikan hubungan kedua negara tersebut terbilang tidak baik, sejarah mengenai pemahaman kolonialisme merupakan cikal bakal terjadinya konflik kedua negara Islam dan bangsa Yahudi yang terjadi di belahan Timur Tengah, konflik ini merupakan konflik yang belum tuntas hingga sekarang.

Pada tahun 2020, adanya tanda kesepakatan normalisasi antara kedua belah pihak yang terkait yaitu Israel dan Uni Emirat Arab, hal ini juga menjadikan negara UEA merupakan negara yang berasal dari kawasan Arab yang membuka hubungan dengan Israel, yang sebelumnya proses normalisasi terjadi di negara Mesir dan Yordania. Normalisasi yang dilakukan kedua negara tersebut mendapatakan beberapa respon negative karena telah negara Palestina karena mereka menilai adanya pengkhianatan yang berkaitan dengan perjuangan rakyat Palestina, langkah yang dilakukan setelah adanya normalisasi tersebut yaitu dengan menarik kedutaan besarnya yang ada di Abu Dhabi. Iran dan Turki mengatakan adanya pengkhianatan atas perjuangan negara palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan mereka, sementara negara Amerika Serikat sendiri menilai hal yang positif dengan adanya hubungan antara Israel dan UEA ini merupakan langkah awal dalam kemajuan di Timur Tengah serta Amerika serikat berharap kepada negara yang berada di kawasan Arab lainya untuk mengikuti langkah yang diambil oleh UEA.

Jika dilihat dari beberapa statement diatas, Indonesia sendiri memberikan statement perihal adanya normalisasi yang dilakukan oleh kedua negara yaitu Uni Emirat Arab dan Israel, Indonesia melalui statement yang diberikan oleh pengamat Timur Tengah, Yon Machmudi. Indonesia sendiri akan tetap menghormati segala keputusan dalam negeri Uni Emirat Arab. Dari pemaparan tersebut dalam disimpulkan bahwasanya Indonesia merupakan negara yang akan terus mengedepankan kepentingan saudara yaitu negara Palestina, dengan adanya normalisasi ini saya menilai bahwasanya negara Uni Emirat Arab telah mengabaikan adanya komitmen negara-negara Arab terhadap Palestina, Indonesia harus mengambil sikap proaktif yang berkaitan dengan dukungan kepada negara Palestina.

Indonesia sendiri menilai adanya rencana normalisasi yang diprakarsai oleh Amerika Serikat dapat menghasilkan sebuah benefit yang berupa investasi, tetapi rencana tersebut dinilai berat sebelah, Indonesia akan tetap memperjuangkan kemerdekaaan negara palestina itu sendiri, Indonesia melihat kerjasama politik dengan Israel bukanlah kepentingan yang signifikan, karena Indonesia dapat melakukan kerjasama dengan beberapa negara kawasan seperti China dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, kesepakatan yang terjadi antara Uni Emirat Arab dengan Israel tidak akan merubah status quo Indonesia, hubungan antara Indonesia dan Israel adanya kemungkinan akan tetap tidak akan merubah status kedua negara yaitu berupa kesepakatan kerja sama. Karena Indonesia akan tetap mengingat mengenai panentangan kuat Indonesia mengenai kolonialisme serta adanya dukungan publik kepada perjuangan rakyat Palestina.

 

Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *