Boven Digoel, infobanua.co.id – Ada sebuah kawasan yang berada di pinggir pusat kota Kabupaten Boven Digoel, digunakan sebagai pangkalan landasan helikopter atau heliport. Dimana, ada sekitar 6 hingga 7 helikopter berada disana. Namun, keberadaan ataupun aktifitas helikopter tersebut diduga ilegal.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari beberapa nara sumber, baik yang bekerja di Bandar Udara Tanah Merah atau Merauke, bahwa ijin atas aktifitas heliport tersebut tidak jelas. Namun, dipaksakan keberadaanya untuk terus beraktifitas hingga saat ini.

“Seharusnya heliport tersebut berada di kawasan bandar udara, bukan berada diluar. Namun ada pihak yang menggunakan kekuatan dan lobynya untuk membuat landasan heliport tersebut berada diluar bandar udara,” ucap nara sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Adapun aktifitas helikopter tersebut adalah untuk membawa barang-barang material ataupun bahan makanan ke lokasi tambang emas yang berada di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang. Dimana barang-barang tersebut akan dikenakan biaya angkutan untuk setiap kilogramnya.

Adapun biaya perkilogramnya sekitar 100.000 hingga 110.000 rupiah. Dimana, biasanya yang menggunakan jasa penerbangan helikopter tersebut adalah para pengusaha yang sedang membuka kios dilokasi tambang.

Juga sepertinya heliport tersebut tidak sesuai dengan SOP penerbangan angkutan barang. Pasalnya, barang-barang yang akan dikirim kelokasi tambang emas tersebut tidak melalui atau dilakukan pemeriksaan oleh petugas khusus. Karena memang petugas khusus tersebut, tidak disediakan oleh pihak pengelola heliport.

“Siapa yang tau, dibarang-barang yang telah dikemas tersebut, ada terselip barang yang terlarang seperti Narkoba,” ucap salah satu pengguna jasa penerbangan helikopter yang tidak ingin disebutkan namanya. (Linthon)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *