Cianjur, infobanua.co.id – Sebagai upaya meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat, Kementerian PUPR tengah merenovasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Rumah Sakit Sayang tersebut rusak akibat bencana gempa bumi bermagnitudo 5,6 SR yang terjadi pada 21 November 2022 lalu.

“Rencana dua minggu ke depan akan selesai dua ruangan pasien yakni Gedung Flamboyan dan Gedung Bougenville yang dapat menampung sekitar 59 pasien,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya Riono Suprapto, yang dikutip dari laman Kementerian PUPR beberapa waktu lalu.

Pekerjaan renovasi RSUD Sayang Cianjur dikerjakan siang hingga malam dengan melibatkan sekitar 120 tenaga kerja.

Percepatan penyelesaian renovasi akan membantu menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya korban luka-luka akibat bencana gempa.

Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Barat Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan renovasi bangunan RSUD Sayang yang rusak.

Di antaranya Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD), bangunan Instalasi Sterilisasi Sentral atau Central Sterile Supply Department (CSSD) Gedung Radiologi, dan perbaikan ruangan pasien.

Pelaksanannya dikerjakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero) meliputi pekerjaan struktur, arsitek, Mechanical, Electrical and Plumbing (MEP), dan lansekap.
“Untuk ruang rawat inap pasien Bougenville memiliki 57 bed dan ruangan Flamboyan 45 bed, sehingga totalnya 102 bed,” kata Riono.

Sementara itu Plt Direktur Utama RSUD Sayang Cianjur,dr.H.Dharmawan Setia Budi Dahlan,mengatakan pihaknya berharap dengan adanya renovasi beberapa gedung yang rusak akibat terdampak gempa,bisa semakin mempercepat proses recovery khususnya untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Semoga renovasinya berjalan sesuai rencana,sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa optimal kembali,”kata Dharmawan

Hasbi (Abi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *