Cianjur, infobanua.co.id – Terkait dugaan adanya penyelewengan bantuan kemanusiaan yang diberikan Emirates Red Crescent untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jadi sorotan dan jadi topik pembicaraan hangat di masyarakat.

Diketahui pihak Emirates Red Crescent sebagai donatur bantuan melalui Acsenahumanis Respons Foundation telah melaporkan Bupati Cianjur,H.Herman Suherman yang diduga telah melakukan penyelewengan terhadap bantuan yang diberikan tersebut.Namun pihak pemerintah daerah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten cianjur mengatakan bahwa laporan tersebut tidak berdasar.

Pasalnya menurut BPBD beberapa item dari bantuan yang diterima tersebut sampai saat ini masih tersimpan di gudang. Sedangkan sebagian lagi sudah disalurkan ke warga pengungsi terdampak gempa.

“Laporan itu tidak mendasar.kita. Ada catatannya. Semua pengeluaran ada datanya,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, Selasa (27/12/2022) saat ditemui di komplek DPRD Kabupaten Cianjur,

Asep menerangkan bantuan yang diterima dari Emirates Red Crescent diterima pihaknya dalam dua tahap. Tahap pertama pada 26 November dan tahap kedua pada 30 November.

“Masuknya ada dua kali.pertama Itu tanggal 26 dan kedua tanggal 30 (November),” ujarnya.

Adapun Item bantuan yang diterima Pemkab Cianjur dari Emirates Red Crescent yakni genset sebanyak 20 unit, selimut 2 ribu lembar, makanan ringan 2 ribu pieces, beras 25 ton, serta lampu solar cell. Dari berbagai bantuan itu hampir semua sudah disalurkan.

“Tinggal genset dan lampu solar cell yang masih ada. Genset sisa 18 unit, dua sudah keluar untuk masyarakat dipakai. Terus lampu masih ada. Kalau selimut, beras, dari kemarin sudah tersalurkan semua juga. Kita bagikan ke desa-desa yang memohon,” ungkapnya.

Asep pun membantah laporan dugaan adanya pengemasan ulang terhadap bantuan tersebut.

“Enggak ada, kita enggak ada di BPBD itu kemas ulang,” ucapnya.

Asep menuturkan saat kali pertama terjadi gempa, berbagai bantuan masuk ke Posko Utama di komplek Pemkab Cianjur. Selanjutnya pemerintah daerah membuat gudang penyimpanan untuk menampung berbagai bantuan dalam bentuk barang.

“Tapi semua bantuan yang masuk ke pemda itu tetap dicatat. Nanti bantuan diarahkan ke gudang Bale Rancage atau ke gudang BPBD. Semuanya tercatat di gudang. Semua ada data-datanya,”tuturnya.

Asep menambahkan Untuk menampung berbagai bantuan, terdapat 6 titik gudang yang lokasinya berada di Bale Rancage, BPBD, Gedung Korpri, gudang Unilever, gudang Berdikari, gudang Perumdam.

“Untuk bantuan dari Emirates Red Crescent ada yang di gudang BPBD, ada juga di gudang Unilever. Di gudang BPBD bantuan selimut dan makanan ringan. Selebihnya di gudang Unilever,”pungkasnya.

Sementara itu di tempat lain sejumlah warga terdampak gempa bumi meminta KPK agar segera memanggil Bupati Cianjur Herman Suherman, terkait laporan adanya dugaan penyalahgunaan atau penyelewengan bantuan tersebut.

Seperti yang disampaikan perwakilan warga Firdaus (35) warga Kampung Salakawung Desa Rancagoong,Kecamatan Cilaku.Bahwa KPK perlu memanggil Bupati Cianjur untuk menjelaskan terkait dugaan penyelewengan yang dituduhkan tersebut.

“Kami minta KPK untuk memanggil Bupati,biar menjelaskan semuanya,jika nanti semua penjelasan telah disampaikan,KPK akan bisa menilai benar atau salahnya,”ucapnya.

Ia juga menambahkan terkait soal bantuan bencana gempa baik berupa uang ataupun bantuan berupa barang semuanya harus tetap dikawal dan perlu diawasi penyaluran serta penggunaannya.

Hasbi (Abi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *