Banjarmasin – infobanua.co.id –BPJS Kesehatan menjadikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai nomor identitas peserta JKN. Hal ini dilakukan sebagai upaya memberikan kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mengakses layanan kesehatan.

 

Hal tersebut selaras dengan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Cabang Banjarmasin, Fajar Suryaney saat memberikan sosialisasi kepada peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD di Aula Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Rabu (07/12).

 

“Kini peserta JKN dapat menggunakan NIK sebagai nomor identitas peserta. Penggunaan NIK sebagai sebagai keyword data kepesertaan tunggal untuk mencegah terjadinya duplikasi data dalam proses pendaftaran Program JKN,” ucap Fajar.

 

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan dengan dukungan penuh serta kolaborasi dari Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri, BPJS Kesehatan mengoptimalkan penggunaan NIK bukan hanya untuk mengakses layanan administrasi kepesertaan, namun lebih jauh dapat digunakan untuk mengakses pelayanan di fasilitas kesehatan (faskes).

 

“BPJS Kesehatan selalu berupaya untuk meningkatkan kepuasan peserta serta meningkatkan pelayanan kesehatan. Peserta sudah tidak diharuskan menunjukkan kartu JKN saat hendak berkunjung ke faskes karena sudah digantikan KTP sebagai identitas tunggal peserta JKN. Namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana data itu harus valid dan akurat. Oleh karenanya kami sangat membutuhkan dukungan dari Dinas Dukcapil mengingat NIK adalah kunci validitas identitas seseorang,” kata Fajar.

 

Selaras dengan hal tersebut, Pekerja Sosial Ahli Muda Sub Koordinator Identifikasi Data dan PSKS, Rizma Try Sakti yang turut hadir dalam sosialisasi tersebut mengapresiasi langkah yang telah diambil oleh BPJS Kesehatan dalam memberikan kemudahan bagi peserta JKN.

 

“Tentu saja hal ini sangat memudahkan bagi peserta dalam berbagai aspek. Sekarang ini NIK sudah menjadi identitas tunggal dan digunakan oleh setiap orang dalam berbagai keperluan. Setiap peserta tidak perlu khawatir dan kebingungan terhadap identitas diri sebagai peserta JKN karena sudah dimudahkan dengan NIK untuk berbagai urusan, khususnya untuk berobat di faskes,” terang Rizma.

 

Rizma menambahkan pihaknya siap berkolaborasi dan mendukung setiap Program JKN yang membutuhkan data kependudukan. Terlebih masyarakat Banjarmasin banyak yang membutuhkan Program JKN untuk keperluan berobat. Dengan adanya optimalisasi NIK ini, diharapkan dapat semakin mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. (YG/gn)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *