Banjarmasin, infobanua.co.id – Sejak diselenggarakan sembilan tahun yang lalu, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memiliki pencapaian yang luar biasa. Dengan cakupan lebih dari 235 juta peserta dan lebih dari satu juta pemanfaatan setiap harinya, membuat Program JKN menjadi Program Jaminan Kesehatan terbesar di dunia. Oleh karenanya BPJS Kesehatan terus melakukan perubahan dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan, tidak hanya kualitas layanan BPJS Kesehatan juga fokus terhadap pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).

 

“Peningkatan kualitas penyelenggaraan Program JKN dilakukan secara menyeluruh dan holistik. Artinya perbaikan tidak hanya dilakukan dari aspek peningkatan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga meningkatkan kapabilitas badan salah satunya yakni melalui pengembangan kompetensi SDM,” ujar Direktur Pengawasan, Pemeriksaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Mundiharno pada kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus di Universitas Lambung Mangkurat, Kamis (03/11).

 

Kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus diselenggarakan dengan tujuan memberikan gambaran mengenai peluang kerja kepada talenta-talenta terbaik di universitas yang akan memasuki dunia kerja. Program JKN yang merupakan Program Jaminan Kesehatan terbesar di dunia tentunya memerlukan bibit unggul dari orang-orang terbaik untuk turut serta mengelola program ini.

 

“Kami mencari talenta-talenta terbaik dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang kelak akan terlibat dalam penyelenggaraan Program JKN. Kami ingin Program JKN diisi oleh orang-orang yang memiliki integritas tinggi, jiwa kepemimpinan, dan yang sangat penting memiliki kemampuan inovasi yang tinggi. Mencari orang-orang terbaik menjadi begitu krusial karena mereka lah yang menjadi penentu suatu organisasi bisa terus tumbuh dan sustain di masa mendatang. Tantangan ini lah yang membawa kami datang ke Universitas Lambung Mangkurat,” jelas Mundiharno.

 

BPJS Kesehatan terus memberikan pengembangan kompetensi bagi SDM untuk dapat meningkatkan skill, semangat inovasi dan mampu menyesuaikan diri dengan hal baru dengan mengasah kemampuan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. BPJS Kesehatan yakin bahwa upaya turun langsung ke Universitas Lambung Mangkurat merupakan Langkah tepat dalam upaya menjaring talenta yang berkualitas sesuai kebutuhan organisasi.

 

Lebih lanjut, Mundiharno menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan menyediakan data sampel tentang pemanfaatan Program JKN yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh Civitas Akademika di Universitas Lambung Mangkurat untuk keperluan penelitian dan pengembangan.

 

“Kami berharap hal ini menjadi awal sinergi antara BPJS Kesehatan dan Universitas Lambung Mangkurat dalam berbagai bidang untuk bersama-sama mendorong kemajuan penyelenggaraan Program JKN. Salah satunya dalam bidang penelitian dan pengembangan, kami harap hasil-hasil yang diperoleh nantinya dapat disampaikan kepada BPJS Kesehatan untuk materi bagi kami melakukan koreksi dan perbaikan dalam penyelenggaraan Program JKN,” tambah Mundiharno.

 

Pada kesempatan yang sama Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan yang secara konkret turun ke langsung ke lapangan untuk mencari talenta-talenta berkualitas dari seluruh perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

 

“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Lambung Mangkurat untuk turut serta menyukseskan Program JKN. Peluang yang disediakan seperti magang dan penjelasan kesempatan peluang untuk berkarir di BPJS Kesehatan yang sangatlah besar tentunya harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ucap Ahmad.

 

Ahmad juga menyampaikan harapannya kepada BPJS Kesehatan bentuk kemitraan yang akan dijalankan salah satunya program pembelajaran di kampus terkait materi Program Kesehatan, BPJS Kesehatan dapat turut hadir di dalamnya.

 

“Tentu saja akan lebih terserap ilmu tersebut apabila disampaikan oleh orang yang telah lama membidangi hal tersebut. Kami juga berharap program teach and learning bisa dilaksanakan sehingga pendekatan kepada setiap mahasiswa dapat lebih terjalin dengan intens,” kata Ahmad. (YG/gn)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *