Gunungsitoli,  infobanua.co.id  – Koordinator Wilayah (Korwil) Jaringan Pendamping Kebijakan dan Pembaguanan ( JPKP) Kepulauan Nias, Imansius Telaumbanua desak pihak Yayasan Budi Bakti Keuskupan Sibolga dan Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala Gunungsitoli, Sumatera Utara segera selesaikan persoalan pemberhentian diduga tidak melalui mekanisme terhadap dosen tetap bersertifikasi (GH) yang diisukan beberapa waktu lalu.

“Kita mendesak pihak STP Dian Mandala dan Yayasan Budi Bakti agar secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut. Sebab setelah saya melihat sendiri surat keputusan (SK) pengangkatan GH,  ternyata GH tidak disebut sebagai dosen kontrak melainkan dosen tetap. Artinya, terhadap keputusan fungsionaris/Ketua STP yang masih lisan sebaiknya segera ditinjau dan dievaluasi kembali. Apabila tidak dapat diselesaikan, maka kami dari JPKP siap pasang badan untuk mengawal kebijakan yang kami nilai diskriminatif dan melanggar aturan” ujarnya kepada wartawan, Kamis (30/12).

Selanjutnya dikatakan Imansius, bahwa dari informasi yang diperolehnya mengakui bahwa dosen tetap GH merupakan salah seorang dosen terbaik di STP Dian Mandala.

“Kita pastinya dibuat terheran ketika seorang dosen yang memiliki intelektualitas diberhentikan dengan alasan habis kontrak. Ini sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pastor. SDM seperti GH ini semestinya dipertahankan pihak kampus, sebab akan membawa pengaruh besar terhadap adik-adik mahasiswa/i terutama dalam sisi pendistribusian ilmu pengetahuannya” tutup dia.

Untuk diketahui, bahwa fungsionaris / Ketua STP Dian Mandala kepada dosen GH menyampaikan pemberitahuan secara lisan melalui pesan whatsapp beberapa waktu lalu yang intinya memberhentikan GH sebagai dosen dari STP Dian Mandala sekaligus mengundang GH menghadiri acara temu pisah yang direncanakan minggu lalu. Pemberhentian tersebut saat GH berkoordinasi dengan Ketua Yayasan Budi Bakti dan Uskup mengakui tidak mengetahui hal tersebut dan meminta GH agar berbicara kembali dengan fungsionaris.

Selanjutnya, atas persoalan ini, Ditjen Bimas Katolik melalui Plt. Direktur Pendidikan Katolik berharap dapat diselesaikannya masalah ini diinternal yayasan dan STP.  (Arman)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *