Banjarmasin, infobanua.co.id – Sejak diselenggarakan pada tahun 2014, semakin hari semakin banyak masyarakat yang telah sadar dan memanfaatkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Muhammad Bakhtiar adalah satu dari sekian peserta JKN yang hingga saat ini masih memanfaatkan kartu saktinya untuk mendapatkan pelayanan rutin hemodialisa atau yang lebih dikenal dengan cuci darah. Pria berdomisili Banjarmasin ini terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dengan hak kelas dua.

 

Ditemui di kediamannya, Bachtiar merasa bersyukur telah terdaftar sebagai peserta Program JKN. Pasalnya, jika ia tidak menjadi bagian program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, dirinya bisa bangkrut bila memang harus melakukan cuci darah rutin dengan biaya sendiri.

 

“Awal gejalanya saya sering susah makan, perut saya rasanya ga enak terus. Akhirnya saya coba cek ke dokter umum. Saat kontrol itu saya masih belum menggunakan JKN. Setelah mengikuti anjuran dokter untuk dirujuk ke spesialis penyakit dalam dan cek laboratorium, akhirnya diketahui bahwa saya menderita gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah. Setelah saya tanyakan kepada dokter biayanya, wah ternyata fantastis sekali dan harus rutin 2 kali seminggu, belum berapa lama berobat pasti bangkrut lah saya ini,” ujar Bakhtiar, Jumat (30/09).

 

Lebih lanjut, Bakhtiar mengaku beruntung karena dokter yang merawatnya menyarankan untuk mengguna Program JKN. Hingga saat ini Bakhtiar tetap bisa rutin melakukan cuci darah 2 kali setiap minggunya. Melanjutkan ceritanya, ia kembali membagikan pengalamannya selama berobat menggunakan JKN.

 

“Selama berobat dengan menggunakan Program JKN, pelayanan yang saya terima menurut saya sudah baik. Tidak ada pembedaan pelayanan, mengantre ya wajar, karena saya tahu saat ini masyarakat tidak takut lagi untuk bisa berobat ke fasilitas kesehatan karena semuanya bisa dijamin dengan JKN. Untuk pelayanan hemodialisa di rumah sakit pun sudah baik, untuk pasien hemodialisa seperti saya yang harus melakukan fingerprint untuk mengetahui data kepesertaan JKN, sudah disediakan ruang tersendiri untuk melakukan fingerprint. Jadi menurut saya tidak ada masalah dalam pelayanannya,” kata Bakhtiar.

 

Hemodialisa merupakan tindakan medis pada pasien penderita gagal ginjal dimana ginjal tidak lagi dapat menjalankan fungsinya secara normal dengan membuang cairan berlebih dan zat-zat berbahaya bagi tubuh melalui alat dialysis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak tersebut.

 

Di akhir perjumpaannya, Bakhtiar menyampaikan harapannya kepada masyarakat yang belum menjadi peserta JKN untuk segera mendaftarkan diri dan yang sudah menjadi peserta untuk bisa tetap rutin membayar iuran tiap bulannya. Hal ini disampaikan karena Bakhtiar percaya pengobatannya selama ini tentunya terbantu dengan peserta JKN lainnya melalui subsidi silang.

 

“Dengan iuran setiap bulannya yang saya bayar, mana mungkin saya bisa mendapatkan pelayanan rutin cuci darah setiap minggunya yang sudah kita ketahui biayanya yang besar. Tentunya hal itu bisa didapat dengan iuran yang dibayar oleh peserta JKN lainnya yang kondisinya sehat. Oleh karenanya saya menghimbau kepada masyarakat  agar sadar terhadap kewajibannya menjadi peserta JKN dan rutin membayar iuran setiap bulannya, karena dengan begitu bisa membantu kami yang mengalami sakit ini untuk tetap mendapatkan pelayanan Kesehatan,” Tutup Bakhtiar. (YG/gn)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *