Cianjur, infobanua.co.id – Pemerintah daerah kabupaten Cianjur mengungkapkan sosialisasi dan edukasi secara resmi kepada masyarakat korban bencana gempa yang akan direlokasi belum dilakukan.

Juru bicara Tim Penanganan Bencana Kabupaten Cianjur,Budhi Rahayu Thoyib mengatakan saat ini pemerintah daerah masih menunggu pemerintah pusat terkait informasi daerah mana saja yang harus di relokasi.

“Kita masih menunggu informasi soal daerah yang menurut BMKG termasuk Sesar Cugenang, dan daerah mana saja yang akan direlokasi,oleh karena itu kita memang belum melakukan sosialisasi secara resmi soal relokasi ini,”kata Budhi di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur,Senin (02/01/2023).

Budhi menjelaskan kenapa sosialisasi secara resmi tersebut belum dilakukan karena
pemerintah daerah harus memastikan dulu daerah -daerah mana yang harus di relokasi,serta jumlah rumah masyarakat yang akan direlokasi.Akan tetapi dari hasil kunjungan Bupati ke wilayah terdampak gempa berdasarkan tingkat kerusakan dan rawan longsoran ada tiga kampung yang akan diprioritaskan untuk direlokasi yaitu Kp.Rawa Cina,Desa Nagrak,kp. Cisarua,Desa Sarampad serta Kp.Cugenang,Desa Cijedil.

“Untuk relokasi ini kita harus hati -hati jangan sampai kita pemerintah daerah menetapkan tapi nanti bukan daerah atau wilayah itu yang akan direlokasi,”jelas Budhi.

Ia juga menerangkan pemerintah daerah saat ini sedang melakukan pendataan dan verifikasi kembali terkait jumlah rumah yang akan di relokasi terutama untuk tiga wilayah yang sudah pasti akan direlokasi.

“Ini sedang pendataan dan verifikasi kembali oleh para Camat untuk kita tetapkan siapa yang akan direlokasi,dan soal relokasi ini setelah kita berdiskusi dengan BNPB bahwa daerah yang direlokasi tersebut adalah daerah yang benar-benar rusak dan rawan,”terangnya.

Budhi menambahkan Sebelum tahap relokasi, pihaknya berencana akan mengadakan proses sosialisasi dan edukasi untuk melihat respon masyarakat yang akan dipindahkan.

“Kan kita juga harus lihat respon mereka, apakah mau direlokasi secara ikhlas atau ada syarat -syarat apa,dan masyarakat yang mungkin tidak mau direlokasi, nanti juga akan kita minta membuat pernyataan kalau mereka tidak mau direlokasi agar nanti tidak menyalahkan pemerintah kalau terjadi bencana lagi,termasuk kalau terjadi apa -apa mereka pun tidak akan mendapatkan bantuan apapun,”ucapnya.

Akan tetapi, Budi menegaskan,proses sosialisasi dan edukasi tidak bisa dilaksanakan sebelum ada rekomendasi area relokasi yang pasti dari instasi terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait zona pasti Patahan Aktif Cugenang.

Diketahui, saat ini BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Gencana Geologi (PVMBG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional belum sepaham soal lokasi, arah dan panjang bentangan Patahan Aktif Cugenang.

“BMKG, PVMBG dan BRIN masih lakukan komunikasi soal Patahan Aktif Cugenang, agar nantinya jangan sampai informasi yang sampai ke masyarakat beda-beda,” pungkasnya.

Hasbi (Abi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *