KAJEN, infobanua.co.id – Dengan nilai proyek yang mencapai Rp 6,8 miliar, proyek Alun-alun Kajen Kabupaten Pekalongan jadi sorotan wakil rakyat. Nilai proyek miliaran rupiah, namun hasilnya dinilai mengecewakan.

Hasil sidak Komisi III DPRD di Alun-alun Kajen pada Senin (2/1/2023) petang, banyak temuan atas proyek di pusat Kota Kajen tersebut. “Banyak temukan hal-hal yang tidak jelas. Seperti ini proyek kan sudah selesai ya seharusnya dibersihkan. Kan selesai itu masak semuanya masih kotor. Bangunannya ya seperti itu. Lampu saja seperti itu. Ini langsung dibenarkan. Kalau kita ndak ngomong berarti kan ndak dibenarkan,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan Endang Suwarningsih, kemarin.

Endang mengaku Komisi III akan memanggil dinas terkait. Realisasi proyek itu akan ditanyakan di forum resmi. “Kita akan tanyakan ke dinasnya langsung. Ini nilainya Rp 6,8 miliar, bentuknya seperti itu ndak logis. Waktunya juga sudah molor. Namun alun-alun katanya belum dibayar 100 persen itu,” ujar dia.

Disebutkan, di paparan awal, konsep penataan Alun-alun Kajen tampak luar biasa. Siapapun yang melihat akan tertarik. Namun ia mengaku kecewa ketika kenyataan setelah proyek tahap pertama jadi bentunya seperti itu. “Estetikanya dari awal di paparan itu luar biasa. Tapi kalau melihat kenyataannya kita belum melihat apa-apa kalau seperti itu,” kata dia.

Video sidak di alun-alun pun sempat viral di media sosial. Video sidak itu viral lantaran salah satu anggota Komisi III M Nasron tampak menggebu menggoyang-goyangkan beberapa lampu hias di jalan pedestarian alun-alun. Dengan mudahnya, Nasron menggoyang-goyangkan lampu tersebut.

“Apa ini! Miliaran ini. Model apa ini seperti ini,” ucap Nasron, dalam video tersebut.

Tak hanya lampu, Komisi III DPRD juga menyoroti replika bulan di alun-alun. Nasron mengatakan, ada bagian yang belum terpasang. Usai sidak itu, esoknya lampu-lampu hias diperbaiki.

“Sebenarnya itu bukan diperbaiki. Perbaiki itu kan ketika pekerjaan itu bagus, di masa pemeliharaan kemudian rusak, itu baru diperbaiki. Lha ini, wong pekerjaan baru selesai dua hari kok sudah ada perbaikan,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Menurut Nasron, Pemkab Pekalongan belum saatnya mempercantik alun-alun. Sebab, kata dia, masih banyak pekerjaan jalan rusak yang perlu perhatian. Nasron pernah menyatakan tak setuju dengan usulan proyek penataan alun-alun saat dia di Badan Anggaran. Ia pun kerap tak hadir di pembahasan proyek tersebut.

“Tapi kalau memang bersikukuh itu untuk kebanggaan Pekalongan, ya, tidak apa-apa. Tapi pembangunannya jangan asal-asalan begitu dong,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Meski demikian, Nasron mengapresiasi Pemkab Pekalongan yang belum membayar biaya pembangunan alun-alun itu ke kontraktor. “Iya itu benar, bagus, belum dibayar. Tapi dinas terkait mestinya peka dengan hasil yang begitu. Jangan menunggu kami teriak baru diperbaiki,” ujarnya.

Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar menanggapi koreksi dari Komisi III DPRD itu sebagai masukan. Ia sudah meminta DPU Taru, PPKOM, dan kontraktor segera melakukan perbaikan dan evaluasi. Ia menyebut, pekerjaan alun-alun itu memang masih dalam pemeliharaan.

“Saya juga melakukan pengecekan. Memang ada beberapa catatan kerapian dan segala macam yang juga saya minta segera diselesaikan. Termasuk replika Al-Quran yang belum bisa berputar,” ungkapnya.

Akbar mengatakan, dalam pekan ini Alun-alun Kajen akan ditutup sementara. Sebab kontraktor butuh waktu untuk memperbaiki semua bagian yang masih kurang. “Insya Allah hari Jumat pekan ini kami tutup sementara untuk perbaikan. Yang pasti saya sudah menugaskan PPKOM maupun Dinas PU, pekerjaan harus sesuai dengan spek, harus sesuai dengan kontrak,” tegas Akbar. (Simbah)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *