Nganjuk,infobanua.co.id – Tanggapan masyarakat terhadap SIPOL (Sistem Informasi Partai Politik) di Kabupaten Nganjuk telah menghimpun total 110 pengaduan.Yaitu sejumlah 104 pengaduan yang masuk hingga 7 Desember 2022 sebagai batas akhir pengaduan dan 6 pengaduan tambahan yang masuk hingga 25 Desember 2022.

Komisioner KPU Kabupaten Nganjuk Nanang Wahyudi menjelaskan pengaduan yang masuk sebagai tanggapan SIPOL dari warga tersebut pada umumnya merasa tidak pernah menjadi anggota parpol.Tetapi nama warga tersebut masuk dalam SIPOL KPU.

“Itu umumnya alasan warga yang mengadu sebagai tanggapan masyarakat terhadap SIPOL,mereka tidak tahu menahu soal keanggotaan parpol tetapi tiba-tiba namanya masuk SIPOL,” jelas Nanang,Kamis (5/1/2023).

Diterangkan Nanang ketidaktahuan nama warga yang masuk SIPOL ini juga diketahui dari hasil verifikasi faktual keanggotan parpol yang dilakukan KPU Nganjuk.Di mana cukup banyak warga yang diverfikasi faktual secara sampling tetapi tidak tahu soal keanggotaan di salah satu parpol.Padahal nama warga beserta alamat lengkap tersebut tercantum jelas sebagai anggota parpol dalam SIPOL.

“Dan dalam verifikasi faktual itu bila menjumpai hal seperti itu cukup sampai di situ. Tidak ada pertanyaan tambahan lagi karena memang warga itu merasa bukan anggota parpol,” terang Nanang.

Ditambahkan nanang,hasil dari verifikasi faktual tersebut dimasukkan dalam berita acara yang dikirim ke KPU Pusat.Hal itu sesuai dengan aturan dan kewenangan yang dimiliki KPU Kabupaten/Kota yang tidak ada keputusan apapun terkait nama warga bukan anggota Parpol masuk dalam SIPOL.

“Kamipun diinstruksikan untuk menunggu surat keputusan menyikapi kondisi tersebut, termasuk juga nama warga yang mengadu ke KPU karena namanya masuk SIPOL.Tetapi sesuai aturan perbaruan data bisa masuk dalam pemutakhiran data reguler enam bulanan,” tandasnya.

(prs)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *