Nunukan, infobanua.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan bagaimana air baku itu ada sambil menopang embung yang sudah dibangun beberapa tahun yang silam kita tidak hanya sekedar berhenti di meja rapat saja, sesuai dilakukan rapat koordinasi pembahasan tentang ketersediaan air baku, yang dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel Lenflin Nunukan.

Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid didampingi Wakil Bupati Nunukan H Hanafiah bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Air Minum Balai Wilayah Sungai Kalimantan V Tanjung Selor Surya Darma Hasyim melakukan peninjauan lokasi embung yang ada di Nunukan, Rabu (04/01).

Peninjauan pertama dilakukan di Gang Limau direncanakan untuk dijadikan embung. Selanjutnya rombongan melakukan peninjauan di embung Bolong untuk melihat langsung kondisi dan situasi air yang mengering. Setelah itu dilanjutkan peninjauan di embung Bilal dan terakhir di embung Sei Fatimah.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengatakan, bahwa penyebab keringnya air di embung dikarenakan faktor curah hujan yang kurang. Di beberapa waktu yang lalu, Pemda telah mengatasi dengan membagikan air ke rumah-rumah warga khususnya yang tidak mampu. Sampai dengan hari ini, persediaan air masih ada sedikit hanya saja pembagiannya bergilir dikarenakan debit air yang kurang.

Dikatakanya, akan coba mengkomunikasikan dengan Balai Sumber Daya Air, mungkin akan direncanakan beberapa pembangunan titik embung lagi khususnya di pulau Nunukan ini.

“Kemudian juga ada hal-hal lain juga yang menyangkut kebutuhan kita di Kabupaten Nunukan ini sudah kita komunikasikan, nanti dari pihak Balai sendiri mencoba membantu kita mencari solusinya,” ujar Hj.Asmin Laura  Bupati Nunukan  beliau mantan anggota DPRD Kaltim dari Partai Bulan Bintang dan Mantan anggota DPRD Kaltara.

Bupati Nunukan  mengimbau kepada masyarakat agar dapat melaksanakan doa bersama dalam rangka meminta hujan.

“Sebenarnya ini tergantung dengan curah hujan , kalau memang dalam waktu 2-3 hari ini ada hujan mungkin embung kita akan terisi dan itu bisa normal lagi seperti biasa,” tambahnya.

Setelah melihat langsung kondisi air di Kabupaten Nunukan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Air Minum Balai Wilayah Sungai Kalimantan V Tanjung Selor Suryadarma Hasyim menyimpulkan bahwa secara dasar yang perlu dipahami sumber air utama di pulau Nunukan adalah air hujan.

Sangat berbeda dengan daratan Kalimantan yang bersumber dari air sungai yang besar seperti sungai Sesayap atau sungai Kayan dan ada juga dari air tanah karena ada potensi cekungan air tanah di daratan Kalimantan.

Lanjud Suryadarma Hasyim mengatakan, di Tarakan dan Sebatik tidak mempunyai potensi air tanah dan sungai yang besar namun secara iklim di Kepulauan pesisir Kalimantan cukup tinggi hanya mungkin beberapa waktu belakangan ini terjadi sedikit anomali.

“Kami dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat khususnya Balai Wilayah Sungai Kalimantan V Tanjung Selor sudah mempunyai master plan untuk berupaya memenuhi kebutuhan air baku di pulau Nunukan dan juga Sebatik,”katanya.

Disebutkanya, akibat kapasitas air yang dalam Embung atau tampungan tidak dapat memenuhi kebutuhan air untuk diolah oleh PDAM. Air dari Embung iti selanjutnya disalurkan ke masyarakat, jadi permasalahan air murni karena semua adalah Faktor Alam.

“Mungkin ada sekitar 10 embung yang akan dibangun dan akan dilakukan secara bertahap tergantung dari dananya juga. Tidak bisa saya katakan hari ini besok dibangun tetapi melalui tahapan proses akan di survei, investigasi, desain dan pembebasan lahan,” ungkap Suryadarma.

(Yuspal)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *