Nganjuk,infobanua.co.id – Para pedagang eks Pasar Kertosono yang terbakar pada 2017,meminta agar pasar baru yang saat ini menyelesaikan lantai dasar segera dioperasikan sebelum bulan puasa.Pedagang menilai bahwa bulan puasa dan hari Raya Idul Fitri menjadi masa panen pembeli yang berbelanja ke pasar.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nganjuk Bashori menjelaskan,permintaan dari pedagang pasar tersebut diterimanya saat meninjau tempat relokasi pedagang pasar Kertosono.

“Semuanya meminta seperti itu dan Insya Allah kami berupaya memenuhi permintaan itu bersama Disperindag.Jadi sebelum bulan puasa,Pasar Kertosono sebaiknya bisa dioperasionalkan …

Bashori menerangkan,pihaknya memahami keinginan para pedagang karena sudah sekitar empat tahun mereka menghuni tempat relokasi yang kondisinya tidak begitu ramai.Sejak kebakaran di Pasar Kertosono pada tahun 2017 lalu,para pedagang tidak merasakan ramainya pembeli di tempat relokasi,bahkan sudah banyak pedagang yang terpaksa pindah ke pasar lain karena sepi pembeli.

“Makanya,permintaan agar Pasar Kertosono Baru yang selesai dibangun meski baru di lantai satu itu cukup wajar.Karena para pedagang ingin meningkat usahanya setelah pandemi Covid-19 mereda,” terang Bashori.

Bashori juga mengatakan,untuk Pasar Kertosono Baru yang selesai dibangun sudah siap ditempati pedagang untuk menjalankan aktifitas jual beli.Termasuk fasilitas pendukung pasar juga sudah tersedia dan terpenuhi semua.

Meskipun ada sedikit keluhan terkait Ukuran lapak yang kurang besar,namun tempat itu sudah sesuai standar SNI dan aturan pemerintah.Oleh karena n itu,pihaknya menjanjikan sebelum bulan puasa,Pasar Kertosono Baru sudah bisa ditempati pedagang dan dioperasionalkan penuh.

Kemudian Haris Jatmiko selaku Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Nganjuk menjelaskan,Pasar Kertosono Baru sementara masih dioperasionalkan di lantai dasar yang memiliki 563 lapak.Ke-563 lapak itu terdiri dari 107 kios,248 lapak kering dan 208 lapak basah.

“Kondisi semua lapak sudah siap ditempati dengan fasilitas pendukung yang sudah lengkap,” ucap Haris.

Haris menerangkan,sejauh ini terdata 662 pedagang yang terdampak kebakaran Pasar Kertosono dan data ini masih terus diverifikasi dan divalidasi.Karena dimungkinkan ada data pedagang yang ganda atau pedagang sudah tidak ada.

Haris menambahkan yang pasti satu kepala keluarga (KK) pedagang hanya berhak mendapatkan satu lapak di Pasar Kertosono Baru.Artinya,satu KK tidak diperbolehkan menempati lebih dari satu lapak.Dan untuk penempatan pedagang,akan dilakukan pengundian untuk keadilan antar pedagang.

“Dan dalam penempatan pedagang di Pasar Kertosono Baru,semuanya tidak ada biaya alias gratis.Apabila ada yang menarik biaya penempatan patut diduga itu pungli,” tandas Haris.

(prs)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *