Media Terverifikasi Dewan Pers
RedaksiPrivacy Policy
JATIM  

Rumah Tersangka Korupsi Dana Operasional Pesantren digeledah Tim Kejari Nganjuk

banner 120x600
banner 468x60

Nganjuk,infobanua.co.id –  Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk melakukan penggeledahan pada rumah tersangka MS (43) staf pada Kantor Kemenag Kabupaten Nganjuk,Senin (9/1/2023) sekitar pukul 15.00 WIB.

Penggeledahan tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi penyaluran Dana Bantuan Operasional Pesantren pada masa pandemi Covid19 tahun 2020 di Kabupaten Nganjuk,yang diduga dilakukan tersangka MS.

banner 325x300

Dalam penggeledahan tersebut barang yang berhasil disita dari rumah tersangka MS di Desa Watudandang,Kecamatan Prambon,Kabupaten Nganjuk oleh Tim Jaksa Penyidik Kejari Nganjuk ialah barang bukti berupa alat-alat elektronik beserta dokumen lainnya.

Kasi Intelijen Kejari Nganjuk Dicky Andi Firmansyah menerangkan,Tim Jaksa Penyidik Kejari Nganjuk ini ditunjuk berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Nomor: PRINT-01/ M.5.31/Fd.1/01/2023 tanggal 09 Januari 2023.

“Tim Jaksa Penyidik diperintahkan untuk melakukan penggeledahan terhadap rumah tersangka MS dan penyitaan atas barang bukti berupa alat-alat elektronik beserta dokumen lainnya milik tersangka,” terang Dicky.

Penggeledahan tersebut dilakukan juga berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Nganjuk Nomor: 3/PenPid.BGLD/2023/PN Njk tanggal 09 Januari 2023 tentang izin penggeledahan.

“Barang – barang yang disita oleh Tim Jaksa Penyidik tersebut akan digunakan sebagai barang bukti,” jelas Kasi Intelijen Kejari Nganjuk.

Sebelumnya menurut fakta sementara yang diperoleh dari hasil penyidikan,tersangka MS telah memperoleh keuntungan untuk diri sendiri.

Disamping itu juga perbuatan MS telah merugikan keuangan negara setidak-tidaknya total sekitar Rp700 juta. “Fakta tersebut masih terus dilakukan pendalaman,” tukas Dicky.

Perbuatan tersangka telah melanggar : Primair Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 2019 yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Subsidiar Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 2019 yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001.

Dalam penyidikan perkara tersebut,Jaksa Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi dari Kementerian Agama.

“Juga pengurus pondok pesantren dan pengurus TPO,serta beberapa saksi yang terkait dengan perbuatan tersangka,” tandas Dicky.

(prs)

 

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *