Nganjuk,infobanua.co.id – Kejaksaan Negeri Nganjuk membentuk Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem).Anggota Tim Pakem Nganjuk terdiri dari Unsur Kejaksaan,Unsur Kepolisian,Unsur TNI,Unsur Kemenag,Unsur Kesbangpol,Unsur Disparporabud dan Unsur FKUB.

Nophy Tennophero Suoth selaku Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nganjuk menerangkan Tim Pakem memiliki tugas menerima dan menganalisa laporan atau informasi tentang aliran kepercayaan atau aliran keagamaan.

Selain itu meneliti dan menilai secara cermat perkembangan suatu aliran kepercayaan atau aliran keagamaan untuk mengetahui dampak-dampaknya bagi …
Seperti diungkapkan Nophy,Pelaksanaan kegiatan Koordinasi tim Pakem Kabupaten Nganjuk sebagaimana diatur dalam pasal 30 ayat (3) huruf d dan e Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan RI.

“Yaitu dalam bidang ketertiban dan ketentraman umum,kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan Pengawasan kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara serta pencegahan penyalahgunaan dan penodaan agama,” jelas Nophy pada rilis tim penerangan Kejari Nganjuk,Rabu (11/1/2023).

Dijelaskan juga dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Jaksa Agung RI nomor: PER019/A/JA/09/2015 tentang tim koordinasi pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan dalam masyarakat yang merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan kewenangan Kejaksaan.

Tujuan dari pelaksanaan ini yaitu agar tidak ada aliran kepercayaan yang menyimpang/sesat dari kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,sehingga Tim Pakem dapat mengambil langkah-langkah atau tindakan terhadap aliran-aliran kepercayaan yang dapat membahayakan kerukunan masyarakat dan Negara.
Pelaksanaan aliran Kepercayaan benar-benar sesuai dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa menurut peraturan perundangundangan yang berlaku.

“Kami berharap Tim Pakem yang terbentuk segera mejalankan tugas sebagaimana dalam tupoksinya dan dapat mengantisipasi masuk dan berkembangnya aliran sesat,menyimpang ataupun radikalisme serta melakukan beberapa upaya seperti sosialisasi melalui poster, spanduk, atau media tentang bahaya aliran sesat maupun radikalisme,” kata Nophy.

Nophy mengatakan dalam rapat koordinasi tim Pakem dibahas beberapa isu aktual yang terjadi di Kabupaten Nganjuk dan dalam upaya penyelesaian.Dan diharapkan keberadaan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan di Nganjuk dapat terkoordinir dengan baik dan dapat berdampingi dengan agama yang dianut oleh masyarakat Nganjuk secara baik.

Tak cuma itu,keberadaan aliran kepercayaan dan aliran agama di masyarakat menjadi potensi yang dapat menambah keberagaman budaya bangsa. Khususnya yang ada di Nganjuk dapat dijadikan satu kekuatan dalam peningkatan pembangunan bangsa dan negara menjadi lebih baik menuju masyarakat Indonesia yang adil,makmur serta sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Tentunya dengan adanya pembinaan aliran kepercayaan secara rutin dan berkesinambungan diharapkan dapat hidup berdampingan dengan baik.Sehingga gesekan antara penganut aliran kepercayaan dan aliran agama maupun antar sesama pengikut agama dapat dihindari semaksimal mungkin,” tandasnya.

(prs)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *