Boven Digoel, infobanua.co.id – Baru-baru ini terjadi lagi pergantian Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) secara cepat di Kabupaten Boven Digoel. Pasalnya, PLT Kadis PU yang telah ditunjuk sebelumnya oleh Bupati kini tersangkut atas kasus korupsi pembangunan pada ruas jalan Trimuris-Kasinaweja di Kabupaten Mamberamo Raya.

Namun PLT Kadis PU yang bernama Hengki Bonop yang baru saja kembali ditunjuk pada pada sekitar bulan Oktober atau November 2022 lalu, diduga melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan prosuderal serta banyak membuat proyek fiktif yang bernilai sekitar Rp.100 jutaan (yang biasa disebut dengan gel gel). Proyek fiktif tersebut tersebar di wilayah pusat kota, distrik serta perkampungan.

“Ada hal-hal yang sebenarnya bukan tupoksinya. Namun dia berusaha mengambil alih demi keuntungan pribadinya. Paling parahnya lagi, sangat banyak proyek fiktif yang dia buat,” ucap salah satu kontraktor yang merasa dirugikan yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kontraktor lainnya juga menjelaskan bahwa sebenarnya pihak yang berhak memberikan surat pelaksanaan pekerjaan serta mencairkan dana terhadap kontraktor adalah tugasnya Kabid Binamarga. Dimana, Kadis PU hanya sebatas mengetahui dan menandatangi berkas saja. Namun pada kenyataannya, Kadis tersebut berusaha mengambil alih semua wewenang yang dimiliki oleh Kabid Binamarga sehingga membuat kegaduhan.

“Jadi saat ini ada dua versi surat pelaksanaan pekerjaan. Yakni antara surat pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh PLT Kadis PU dan satunya lagi yang dibuat oleh Kabid Binamarga,” tegasnya.

Ia juga mengatakan selain perbuatan itu ada lagi perbuatan PLT Kadis PU yang membuat kontraktor lokal merugi. Yakni, didalam satu paket pekerjaan ada dua nama kontraktor.

“Misalnya nih, awalnya saya yang mendapat proyek pembanguanan jalan atau saluran air atau talud, eh tiba-tiba didalam system, ada nama kontraktor lain. Yang ternyata setelah kami telesuri itu adalah ulah dari PLT Kadis PU. Akhirnya, kami tidak bisa mencairkan dana, malah kontraktor siluman itu yang dapat uang atas pekerjaan kami,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan ada terdapat puluhan proyek fiktif yang dilakukan oleh PLT Kadis PU tersebut. Yang nilai proyeknya pada kisaran harga Rp. 100 juta. Proyek fiktif yang dibuat tersebut tersebar pada pusat kota, distrik serta perkampungan di Kabupaten Boven Digoel.

Kemudian ia juga mengatakan bahwa permainan tersebut diduga sengaja dilakukan oleh PLT Kadis PU mengingat tengat waktu yang mepet yang hanya 2 bulan saja. Pasalnya dana perubahan tahun 2022 terjadi pada awal bulan November 2022, sedangkan untuk tenggat waktu akhir melakukan penarikan dana terjadi pada akhir bulan 31 Desember 2022.

“Ada banyak SPM dan tagihan yang sengaja tidak ditandatangi oleh PLT Kadis PU, sehingga membuat kami tidak bisa mencairkan dana. Namun nyatanya yang kami dapati adalah dana proyek-proyek tersebut udah cair semua pada 31 Desember 2022 lalu atas nama kontraktor kedua yang timpa di atas pekerjaan proyek kami. Nah, hal inilah yang ingin kami tuntut dan mereka harus bertanggung jawab,” tutupnya.

Dari hasil wawancara pada beberapa nara sumber yang merupakan kontraktor yang dirugikan, bahwa terindikasi adanya sebuah permainan antara PLT Kadis PU bersama Bendahara Pu, Bagian Keuangan Pemerintah Daerah Boven Digoel beserta para kontraktor yang nakal. Dimana, perubahan-perubahan data para kontraktor hanya bisa dilakukan oleh sang operator dan bendahara PU itu sendiri. Sedangkan untuk pencairan dana hanya bisa dilakukan oleh operator SP2D di badan keuangan daerah. *

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *