Cianjur, infobanua.co.id – Proses penanganan bencana gempa yang dilakukan pemerintah kabupaten (Pemkab) Cianjur terbilang serba terlambat.

Salah satunya soal pemberian bantuan kepada para korban bencana yang terdampak.langsung bencana gempa tersebut dan mengakibatkan rumah -rumah mereka mengalami kerusakan.

Keterlambatan penanganan tersebut disinyalir Karena telatnya penerbitan peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tentang petunjuk teknis (Juknis) penanganan bencana gempa di Cianjur.

Hal tersebut juga diakui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur,Cecep S Alamsyah ketika menemui dan melakukan audensi dengan perwakilan masyarakat yang melakukan unjuk rasa (Unras) di Pendopo Bupati Cianjur,Rabu (11/01/2023).

“Apa yang disampaikan rekan -rekan itu betul baik terkait soal bantuan rehab rekon sebenarnya semua teknisnya ada di juknis tersebut, namun memang soal juknis ini sudah beberapa kali mengalami perubahan serta dalam penyempurnaan,kita menyerap apa saja yang terjadi di lapangan sebagai bahan pertimbangan untuk dimasukkan dalam juknis,InsyaAllah besok juknis tersebut terbit,”kata Cecep.

Dia menerangkan jika nanti juknis tersebut terbit dokumen juknisnya akan.disebar ketiap stakholder yang ada “termasuk nanti di media center yang akan dibuat di Desa,”terangnya.

Cecep menuturkan persoalan ini memang diakui sebagai kelemahan pihaknya yang disebabkan telatnya juknis tersebut.

“Jika saja juknis ini sudah selesai dari awal dan di sosialisasikan mungkin pertemuan seperti ini tidak perlu ada,jadi saya akui sebagai Pemerintah Daerah kita telat menerbitkannya,karena kita juga harus berkoordinasi dengan pusat dan takut kalau ada kesalahan,”tutup Cecep.

Hasbi (Abi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *