Cianjur, infobanua.co.id – Masa pembelajaran pasca bencana gempa sebanyak 295 murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cipetir Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur,tak lagi belajar di tenda darurat.

Sekolah terdampak Gempa Cianjur ini semula mengajukan tenda untuk kegiatan belajar mengajar, namun malah dibuatkan sekolah permanen oleh BNPB yang dikerjakan oleh PT Tata Logam Lestari.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengapresiasi Domus yang sudah membantu membangun sekolah.

“Ini luar biasa bangunan yang ramah gempa dibangunkan oleh Domus,” kata Bupati Cianjur saat meninjau dan meresmikan sekolah tersebut,Kamis (12/01/2023).

Kepala SDN Cipetir, Dodo Suhendar, mengatakan suasana hari pertama sekolah diisi dengan ungkapan terima kasih kepada para dermawan dari murid-murid.

“Alhamdulilah pembangunan sekolah sudah 100 persen dan sudah diresmikan oleh bupati Cianjur,” ujar Dodo.

Dodo mengatakan, tak hanya membangun sekolah, Darma wanita BNPB yang dikomandoi oleh Ny Ukeu Suharyanto ini juga memberikan motivasi bagi anak-anak agar tetap melanjutkan kegiatan belajar dengan bantuan alat-alat belajar siswa-siswi di sekolah.

“Untuk jumlah siswa di SDN Cipetir ada 295 siswa, dan Alhamdulillah semuanya tetap semangat mengikuti pembelajaran,”katanya.

Sementara itu General Manager PT Tata Logam Lestari, Krisna Dewanti, mengatakan pihaknya konsen di berbagai bencana di Indonesia dalam membantu menyediakan fasilitas hunian bagi korban terdampak.

“Kami dipertemukan dengan murid di sini melalui BNPB, jadi asalnya itu kepala sekolah minta bantuan tenda ke BNPB yang ukurannya bisa untuk kelas. Namun pada saat itu BNPB kehabisan tenda,” kata Krisna.

Setelah percakapan singkat ia menghubungi perusahaannya. Pemilik perusahaan menjawab dengan pertanyaan bagaimana kalau dibuatkan saja sekolah permanen anti gempa.

“Mendapat jawaban seperti itu saya hubungi lagi BNPB dan kepala sekolah, mereka senang bukan main dari minta tenda malah dibuatkan sekolah langsung,” katanya.

Ia melanjutkan pihaknya langsung mendesain gambar bangunan dengan bahan ringan dan mudah untuk dibangun dalam waktu sebulan. Pekerjaan tak mudah karena pertama harus membersihkan sisa puing lalu memasukan bahan-bahan.

“Alhamdulillah kita sama-sama bisa melihat anak-anak udah mulai bisa di sekolah hari ini,”ucapnya

Krisna menerangkan bahwa material yang digunakan dalam pembangunan sekolah ini, selain pabrikan sendiri, bahan yang dibangun menggunakan sistem interlock dari bawah sampai atas.

“Jadi jika terjadi gempa bahan akan bergerak tapi enggak langsung hancur sehingga murid yang di dalam punya waktu untuk keluar menyelamatkan diri,” pungkasnya.

Hasbi (Abi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *