Boven Digoel, infobanua.co.id – Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menanggapi berita tentang dugaan dirinya yang menciptakan proyek serta kontraktor siluman.

“Walaupun ada terdapat kata dugaan, tetapi saya mau meluruskan bahwa semua dugaan itu tidaklah benar,” ucap PLT Kadis PUPR Boven Digoel, Hengki Bonop, kepada awak media infobanua.co.id saat ditemui pada kediamannya, Jumat (13/01/2023).

Ia menjelaskan bahwa dirinya dilantik pada tanggal 29 November 2022. Sedangkan masa tenggat waktu untuk menerima atau penyelesaian segala administrasi agar dana para kontraktor bisa cair, diselesaikan pada tanggal 31 Desember 2022. Dimana pada bulan desember terdapat libur hari Natal selama 1 minggu.

“Jadi waktu saya itu hanya sekitar 3 mingguan. Bagaimana caranya yang sesingkat itu, untuk saya bisa menciptakan proyek dan kontraktor siluman tersebut,” tegasnya.

Ia juga mengatakan semua yang terjadi adalah akibat dari miskomunikasi. Pasalnya, tupoksi dirinya hanyalah sebatas menandatangi berkas-berkas saja. Dimana semua pekerjaan telah ada dan ditentukan oleh pejabat sebelum dirinya.

“Jadi saya ini hanya melanjutkan apa yang sudah dibuat oleh pejabat sebelumnya. Karena secara logika, tidak akan mungkin dengan waktu 3 minggu saya bisa kelola dan atur semua pekerjaan yang bernilai 210 miliar rupiah. Jadi saya katakan sekali lagi, saya hanya melanjutkan saja,” jelasnya.

Menurutnya banyak pihak yang tidak senang atas penunjukkan oleh bupati terhadap drinya untuk menjadi PLT Kadis PUPR. Sehingga memunculkan masalah dan statement yang hal itu tidaklah benar.

“Untuk perlu diketahui, seharusnya semua pekerjaan dikonsultasikan kepada para kabid. Karena para kabid tersebut lebih mengetahui persis pekerjaan tersebut ketimbang saya. Saya hanya sebatas menandatangi berkas yang saya rasa sudah lengkap, agar mereka dapat segera mencairkan dananya,” tutupnya.

(Linthon)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *