Cianjur, infobanua.co.id – Sebagai upaya mitigasi pelaksanaan pemilu,Bawaslu melakukan pemetaan Indeks Kerawanan Pemilu serentak 2024 melalui launching IKP (Indeks Kerawanan Pemilu).

Tidak terkecuali Bawaslu Kabupaten Cianjur yang juga melaksanakan kegiatan Lounching IKP tersebut sekaligus rapat koordinasi pengawasan tahapan Pemilu 2024,Selasa (17/01/2023) di kecamatan Cipanas.

Anggota Bawaslu Provinsi Jabar Zaki Hilmi menuturkan, IKP merupakan upaya memitigasi atau memetakan potensi kerawanan. Termasuk juga mengupayakan berbagai pencegahannya. IKP juga disusun sebagai upaya pencegahan terhadap potensi -potensi pelanggaran dan juga hal-hal yang dapat menghambat penyelenggaraan pemilu, sehingga sedini mungkin langkah-langkah antisipatif dapat dilakukan.

“IKP ini menjadi semacam early warning system ataupun alarm untuk kita semua. Potensi-potensi kerawanan apa saja yang dapat dipetakan di lapangan, sehingga langkah-langkah antisipatif dapat dipersiapkan dengan baik dan matang. Ini adalah upaya mitigasi terhadap penyelenggaraan pemilu”,kata Zaki saat menghadiri kegiatan Lounching IKP dan rapat koordinasi pengawasan tahapan Pemilu 2024 yang dilaksanakan Bawaslu Cianjur.Selasa (17/01/2023).

Zaki mengungkapkan pada IKP tingkat nasional yang dirilis Bawaslu RI, Jawa Barat berada pada peringkat keempat kategori rawan tinggi dengan indeks sebesar 77,09. Sedangkan peringkat pertama diduduki DKI Jakarta, kedua Sulawesi Utara, dan ketiga Maluku Utara.

“Ada empat dimensi yang menjadi indikator IKP yakni sosial politik, penyelenggaraan Pemilu, kontestasi, dan partisipasi.Jawa Barat berada di peringkat keempat tingkat kerawanan tinggi,dan Untuk Kabupaten Cianjur sendiri masuk 10 besar daerah rawan tinggi di Jawa Barat,” ungkap Zaki.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kabupaten Cianjur, Usep Agus Zawari menjelaskan, IKP merupakan bagian pedoman bagi Bawaslu mendeteksi dini berbagai potensi kerawanan pada pelaksanaan Pemilu. IKP yang diluncurkan Bawaslu RI menempatkan Kabupaten Cianjur sebagai salah satu daerah rawan tinggi di Indonesia.

“Ada 85 kota dan kabupaten di Indonesia yang dikategorikan rawan tinggi. Kabupaten Cianjur salah satunya,” kata Usep.

Usep menerangkan IKP Kabupaten Cianjur berada pada peringkat ke 9 dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat dengan kategori rawan tinggi. Oleh karena itu pemetaan indikator atau dimensi terjadinya rawan tinggi menjadi bagian penting.

“Sedini mungkin kita upayakan pencegahan sehingga apa yang diprediksikan pada IKP tak terjadi selama proses Pemilu 2024. Makanya, launching IKP ini sangat penting karena berkaitan juga dengan tata aturan,” pungkasnya.

Hasbi (Abi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *