KOTABARU, infobanua.co.id -Desa Semayap Kecamatan Pulau laut Utara Kabupaten Kotabaru sempat di hebohkan dengan penemuan sesosok mayat berada di sebuah gorong-gorong kecil yang berada di bantaran sungai tepatnya di belakang Gor BAMEGA KOTABARU.

Bermula seorang warga sedang asik mencari ikan di pinggiran sungai belakang Gor  Stadion lapangan sepak bola tak sengaja melihat sesosok tubuh manusia  yang sedang tak bernyawa lagi.

Adapun penemuan mayat yang di temukan oleh warga setempat pada hari minggu tanggal 15 januari 2023 dan di evakuasi oleh pihak kepolisian Polres Kotabaru untuk di lakukan visum untuk mengetahui apa yang sedang terjadi pada tubuh mayat wanita yang di temukan tersebut.

Berselang waktu dua hari setelah penemuan mayat wanita tersebut, Polres Kotabaru menggelar Konfrensi Pers di hadapan sejumlah awak media di kabupaten Kotabaru.

Kapolres Kotabaru melalui Kasat reskrim Polres Kotabaru AKP Abdul Jalill SIK dalam konfrensi Pers membeberkan,” bahwa pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Winanda fitriana (34) tahun atau kerap di sapa (Win) dilakukan oleh pria berinisial ( H) atau andut (30) tahun warga desa Bekambit kecamatan Pulau laut timur kabupaten Kotabaru.

Adapun motif pembunuhan yang di lakukan tersangka adalah bermula pelaku tidak mau bertanggungjawab atas kehamilan perempuan tersebut lantaran ia masih punya istri sah dan masih mau bersama istrinya.

Namun saat dipaksa oleh keluarga korban untuk bertanggungjawab, si korban justru dicekik dan didorong ke sungai.

Tersangka  Andut (30) warga Desa Bekambit Kecamatan Pulau Laut Timur Kotabaru yang telah membuat korban Win yang sedang hamil  meninggal dunia, dan dimasukkan ke dalam gorong-gorong.

”Motif pelaku sendiri menghabisi nyawa Win  karena pelaku tidak mau bertanggung jawab atas hamilnya korban, ” katanya.

Sebab  korban meminta pertanggung jawapan tersangka, apabila tersangka   tidak mau bertanggung jawab maka korban bersama dengan orang tuanya akan datang ke rumah tersangka untuk meminta pertanggung jawaban.

Dari perkataan korban tersebut, tersangka memutuskan untuk bertemu langsung dengan korban, kemudian korban meminta pertanggung jawaban atas kehamilannya.

Tersangka tetap menolak korban dengan alasan bahwa tersangka masih ingin bersama istrinya. Setelah mendengar perkataan tersangka, korban marah dan memukul wajah tersangka. Setelah dipukul tersangka emosi dan langsung mencekik leher korban sehingga korban meninggal dunia.

Pengakuan dari tersangka setelah memastikan korban meninggal dunia kemudian tersangka membuang tubuh korban ke sungai di TKP Gor Bamega Setelah korban di jatuhkan.

Lalu tersangka turun ke sungai dan mencoba melarutkan korban dari arus sungai tetapi saat itu sungai sedang surut,

Lalu tersangka melihat gorong gorong dan akhirnya memutuskan untuk menyembunyikan tubuh korban ke dalam gorong – gorong tersebut agar nantinya tidak terlihat oleh orang lain.

Setelah kejadian tersebut tersangka melarikan diri kerumah orang tuanya yang berada di Desa Bekambit seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Kemudian tim inafis melakukan kordinasi dengan team macan bamega untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana pembunuhan tersebut. Kurang dari 1×12 jam team Buser macan bamega telah berhasil menangkap tersangka Andut dan diamankan di Mapolres Kotabaru.

Atas perbuatannya tersangka diancam karena  dengan hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan juga bisa di kenakan pasal berlapis, ungkap AKP Abdul Jalill Kasat reskrim Polres Kotabaru.

(JL).

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *