Nganjuk,infobanua.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk kembali mengadakan penyuluhan hukum dengan audiensi dengan para santri,yang juga calon dai.Kegiatan ini kepada calon dai oleh Kejari Nganjuk,diberi nama Jaksa Masuk Pesantren yang dikemas dalam program JAMAAH SAE (Jaksa Mucal Bab Hukum Dateng Santri Millenial).

Untuk kesempatan ini,penyuluhan hukum kepada santri atau calon dai,yakni Jaksa Masuk Pesantren ala Kejari Nganjuk yang dikemas dalam program JAMAAH SAE, dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Ubaidah Kertosono,Rabu (18/1/2023).

Kehadiran Tim Jaksa Penyuluhan Hukum di Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono ini disambut dengan hangat oleh para pengurus Ponpes Al-Ubaidah Kertosono.

Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 10.30 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh calon dai atau santri sekitar 873 orang.Materi disampaikan oleh Tim Jaksa Penyuluhan Hukum yakni membahas tentang bahaya narkoba dan transaksi elektronik (ITE).

Dalam sambutannya Najib Budini.S.Pd selaku Dewan Guru Ponpes Al Ubaidah Kertosono berharap kepada para calon dai atau santri fokus dan aktif dalam mengikuti kegiatan ini.

“Tujuannya agar materi yang diberikan oleh Tim Jaksa Masuk Pesantren dari Kejari Nganjuk ini,dapat terserap sempurna,sehingga santri lulusan ponpes ini tahu akan hukum,” kata Najib.

Terlihat para dai atau santri tampak serius menyimak dan banyak bertanya dalam berlangsungnya kegiatan penyuluhan hukum yang disampaikan oleh Tim Jaksa Masuk Pesantren dari Kejari Nganjuk.

Kasi Intelijen Kejari Nganjuk Dicky Andi Firmansyah S.H. yang termasuk Tim pemberi materi berharap kepada para dai atau santri agar dapat termotivasi untuk berpartisipasi dalam penegakan hukum.

“Juga lebih berani menyampaikan pendapat yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari.Sehingga generasi emas penerus bangsa dapat mendukung tegaknya hukum yang adil ketika terjun di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Dicky.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pemahaman hukum bagi dai atau santri di pondok pesantren tersebut.

“Dengan adanya kegiatan tersebut para jaksa di Kejari Nganjuk juga berharap para dai atau santri agar dapat mengenali hukum dan menjauhi hukuman,” terang Kasi Intelijen Kejari Nganjuk.

“Dengan adanya kegiatan tersebut para jaksa di Kejari Nganjuk juga berharap para dai atau santri agar dapat mengenali hukum dan menjauhi hukuman,” terang Kasi Intelijen Kejari Nganjuk.

(prs)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *