Cianjur, infobanua.co.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur,Jawa Barat,saat ini belum memiliki data terkini angka kemiskinan.Oleh karena itu Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan segera berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala Dinsos Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, menjelaskan data angka kemiskinan terbaru berdasarkan hasil pendataan registrasi sosial dan ekonomi (regsosek) pada 2022. Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi data terbaru dari BPS.

“Terkait datanya nanti akan kita komunikasikan dengan BPS ,” kata Asep, Rabu (18/1/2023) di Pendopo Cianjur.

Asep mengaku pihaknya belum bisa berandai-andai soal angka kemiskinan, apakah naik atau turun.

“Kita belum bisa menerima hasil regsosek-nya. Jadi belum bisa memperkirakan kenaikan atau penurunan angka kemiskinannya,” tegasnya.

Angka kemiskinan, sebut Asep, merupakan tolak ukur bagi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Di daerah akan menyeleksi datanya untuk menghindari terjadi penerimaan bantuan ganda.

“Data registrasi sosial ekonomi, nanti akan kita kombinasikan dengan DTKS. Jadi nanti ada satu data. Registrasi sosial ekonomi itu kan memotret kondisi sosial dan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Asep berharap kegiatan registrasi sosial ekonomi akan lebih detail mengukur ketidakmampuan sosial ekonomi masyarakat. Sehingga ke depan akan didapati data riil instrumen dan indikator sosial ekonomi masyarakat.

“Biasanya desa itu update data melalui musyawarah. Setiap RT akan mengusulkan perubahan nama atau perubahan kepesertaan jaminan sosial warganya, ” pungkasnya.

Hasbi (Abi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *