Sampit, infobanua.co.id – Langkah untuk membuktikan komitmen bersama seluruh pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM Kalimantan Tengah menandatangani Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Tahun 2023, Sabtu (21-1-2023).

Penandatanganan komitmen bersama tersebut diawali Kalapas Sampit, Agung Supriyanto dilanjutkan dengan seluruh pejabat struktural dan seluruh pegawai di Aula Lapas Sampit secara bergantian.

Seperti yang disampaikan, Kalapas Sampit Agung Supriyanto bahwa dasar pembangunan ZI menuju WBK/WBBM sesuai dengan Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor : 90/2021 tentang Pembangunan ZI Menuju WBK/WBBM Di Instansi Pemerintah.

“Saya meminta seluruh pegawai untuk terus meningkatkan pemahaman dan melaksanakan pembangunan ZI menuju WBK/WBBM di Lapas Sampit, dengan penuh semangat agar Lapas Sampit memperoleh predikat WBK pada tahun 2023 ini” Pintanya.

Ditambahkan Agung bahwasannya selain yang dimaksud di atas , tujuan utama pembangunan ZI tidak hanya sekedar penghargaan semata, namun yang paling utama bahwa itu semua sebagai selaku Aparatur Sipil Negara harus melaksanakan tugas dengan baik, tidak melakukan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Komitmen bersama ini, saya mengajak menyamakan pola pikir (mindset) dan membiasakan diri kita dalam menerapkan budaya kerja (culture set) menuju ASN yang Ber-AKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) dengan tetap menjunjung Tata Nilai PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovativ),”  harapnya Kalapas Agung Supriyanto.

Dalam kesempatan itu pula, Agung Supriyanto mengatakan agar semua pegawainya untuk terus mengimplementasikan apa yang menjadi komitmennya dalam pembangunan ZI melalui bukti nyata dalam memberikan pelayanan prima kepada WBP maupun masyarakat yang terbebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

Zainal.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *