Amuntai, infobanua.co.id – Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ihsanul Amal Alabio Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Memprakarsai Seminar Pendidikan Nasional dengan tema “Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka”. Sabtu (21/1/2023)

Acara tersebut bertempat di Aula Kh. Dr. Idham Chalid dan dihadiri langsung oleh Pj. Bupati HSU Raden Suria Fadliansyah, M.Pd, Ketua Yayasan Ihsanul Amal Sukiman, S.Pd, MM, Ketua MUI KH. Said Masrawan, Lc, perwakilan dari Dinas Pendidikan HSU serta narasumber oleh ketua Share Edu Indonesia Dr. Shobikhul Qisom, M.Pd.

Dalam laporannya, Ketua Yayasan SIT Ihsanul Amal Alabio, Sukiman mengatakan beberapa tujuan yang mendasari kegiatan ini.

Pertama, sebagai bentuk komitmen SIT Ihsanul Amal Alabio untuk mendukung pemerintah daerah dalam pengembangan mutu pendidikan dan membentuk pelajar yang berkerakter serta maju, Untuk itu SIT Ihsanul Amal berupaya untuk bersinergi dengan tokoh masyarakat, orang tua, ulama, pemerintah serta SDM internal yang ada di SIT Ihsanul Amal.

Kedua, mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar, Sehingga dengan adanya kegiatan ini, narasumber bisa membedahnya agar kita semua bisa mengadopsi dan mengadaptasi secara cepat dan tepat baik guru maupun orang tua.

Ketiga Kurikulum Merdeka Belajar banyak mengadopsi falsafah pendidikan Ki Hajar Dewantara, yaitu menjadikan sekolah sebagai wadah yang aman, nyaman dan menyenangkan untuk anak menimba ilmu. Sehingga nantinya membentuk generasi yang berakhlak dan bermanfaat bagi masyarakat dan negara.

Selanjutnya, Dr. Shobikhul Qisom, M.Pd dalam seminarnya menjelaskan apa yang menjadi kegagalan pada metode belajar daring yang sebelumnya diterapkan selama pandemi covid-19.

“Yakni kurangnya tanggungjawab belajar, kurangnya kesadaran guru akan tanggungjawab memberikan ilmu pengetahuan, kurangnya tanggungjawab siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, dan kurangnya tanggungjawab orang tua akan pentingnya pendidikan anak.” Jelasnya

“Suatu Kurikulum akan berhasil jika Bupati, kepala Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, pengawas pendidikan dan guru-guru serta orang tua mampu membangun tanggungjawab belajar” Ungkapnya.

Maka dari itu, Kata Qisom, sebelum mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar, hendaknya kita terlebih dari sadar akan tanggungjawab belajar.

Fai/IB

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *