Nganjuk, infobanua.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk menerima pelimpahan empat tersangka dan barang bukti perkara tindak pidana jual beli pupuk bersubsidi dari Polres Nganjuk.Keempat tersangka tersebut masing-masing adalah HNP (24) warga Gurah Kediri,LBS (38) warga Sukomoro Nganjuk,SBN (43) warga Wajak Malang dan SBS (46) warga Tanjunganom Nganjuk.

Tim Penerangan Kejari Nganjuk,Dicky Andi Firmansyah SH menerangkan dalam perkara pupuk bersubsidi ini keempat tersangka masuk dalam tiga berkas perkara.Di mana ada satu berkas dengan dua tersangka dan lainya satu berkas satu tersangka.

“Dalam proses pelimpahan empat tersangka dengan tiga berkas tersebut dan barang bukti diterima langsung oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Nganjuk,” terang Dicky dalam rilisnya,Minggu (22/1/2023).

Dijelaskan Dicky barang bukti yang telah diterima tim JPU Kejari adalah untuk berkas perkara tersangka HNP dan tersangka LBS serta tersangka SBN berupa pupuk bersubsidi sebanyak 98,5 ton.Terdiri dari pupuk Urea,NPK,Phonska,ZA, SP38. Selanjutnya termasuk barang bukti Handphone,dokumen dan 1 unit truk Mitsubishi Canter.

“Dan untuk berkas perkara tersangka SBS, barang bukti berupa pupuk bersubsidi total sebanyak 4,1 ton.Terdiri dari pupuk Urea,NPK Phonska, ZA.Serta dokumen dan sejumlah uang tunai,” jelas Dicky.

Dari perbuatan para tersangka tersebut,telah mengakibatkan kerugian keuangan negara.Yakni tersangka HNP dan tersangka LBS merugikan negara sekitar Rp 17,85 juta dan tersangka SBN sebesar Rp 213,755 juta serta tersangka SBS telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 7,027 juta.

Keempat tersangka ini dijerat dengan pasal berbeda sesuai perbuatan yang disangkakan.Yakni tersangka SBS disangkakan Pasal 6 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Darurat RI Nomor 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan,Penuntutan dan PeradilanTindak Pidana Ekonomi Jo Pasal 30 Ayat (2)jo pasal 21 Ayat (1) Permendag RI Nomor 15/M/DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian.

Tersangka HNP dan tersangka LBS serta tersangka SBN disangka melanggar Pasal 6 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Darurat RI Nomor 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan,Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi jo Pasal 30 Ayat (3)jo pasal 21 Ayat (2) Permendag RI Nomor 15/M/DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Dengan telah diterimanya pelimpahan keempat tersangka dan barang bukti perkara pupuk bersubsidi tersebut maka JPU akan menyusun surat dakwaan dan selanjutnya akan melimpahkan perkara dimaksud ke Pengadilan Negeri Nganjuk.Dan Kejari Nganjuk berkomitmen untuk melakukan pemberantasan penyalahgunaan pupuk bersubsidi,yang dapat mengganggu pendistribusian dan penyaluran pupuk bersubsidi di Wilayah Kabupaten Nganjuk,” tandas Dicky.

(prs)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *