Cianjur, infobanua.co.id – Maraknya pernikahan usia dini di Kota atau Kabupaten lain, Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur melakukan kebijakan tentang pencegahan pernikahan usia anak dengan menerbitkan Perbup no 10 Tahun 2020 tentang Percegahan Pernikahan Usia Anak, dimana kegiatan pencegahan dilakukan oleh semua unsur pentahelix.

Dalam upaya pencegahan tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKKBP3A) Kabupaten Cianjur meluncurkan program Tauco Cap Ramah Anak (Taman Anak Untuk Cianjur Zero Kawin Anak)

“Kegiatan tersebut melalui penyuluhan, kesenian, olahraga, pengajian, kegiatan keagamaan, Keterampilan dan lainnya yang dimaksudkan untuk mengisi waktu luang anak dengan kegiatan positif dan mengedukasi anak-anak dan orang tua tentang dampak negatif melakukan pernikahan anak,” Tutur Kepala bidang Pemberdayaan Perlindungan Perempuan, Hj Tenty Maryanthy, Senin (23/1/2023).

Menurut Tenty, upaya tersebut membawa dampak baik pada permasalahan perkawinan anak di Cianjur. Terbukti dengan adanya penurunan angka pernikahan anak dimana menurut pendataan keluarga tahun 2015 dari 429,824 Pasangan Usia Subur (PUS) di Cianjur, sebanyak 346,916 menikah pada umur dibawah 21 tahun artinya 80,71% menikah diusia kurang dari 21 tahun.

“Sementara menurut pendataan keluarga (PK) 2021 dari 428,843 PUS di Cianjur sebanyak 208,695 menikah pada umur dibawah 21 tahun, artinya 48,66 % menikah di usia kurang dari 21 tahun,” Jelasnya.

Sementara dari data dispensasi perkawinan anak di Pengadilan Agama pada tahun 2020 terdapat 573 perkara ,tahun 2021 terdapat 237, tahun 2022 terdapat 177 perkara.

“Data tersebut membuktikan bahwa upaya pencegahan perkawinan usia anak di Cianjur berhasil menekan terjadinya pernikahan diusia anak,” Pungkasnya.

Hasbi (Abi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *