infobanua.co.id
Beranda Jawa Barat RSUI Bersama BPJS Tenaga Kerja Kota Depok, Gelar Seminar Ortopedi Kecelakaan Kerja

RSUI Bersama BPJS Tenaga Kerja Kota Depok, Gelar Seminar Ortopedi Kecelakaan Kerja

Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) bekerjasama dengan BPJS Kota Depok Tenaga kerja menggelar seminar Penanganan Ortopedi pada penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja, bertempat di Lt 4 RSUI, Depok, Jawa Barat.

Depok, infobanua.co.id – Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) bekerjasama dengan BPJS Kota Depok Tenaga kerja menggelar seminar Penanganan Ortopedi pada penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja, bertempat di Lt 4 RSUI, Depok, Jawa Barat. Kamis (10/08/23).

dr Rakhmi Savitri MKK.SpOK, dokter spesialis Okupasi RSUI mengungkapkan, bahwa selain kecelakaan kerja, terdapat pula Penyakit Akibat Kerja (PAK), tentu menjadi suatu hal yang merugikan dan perlu dicegah oleh semua perusahaan, akan tetapi kadang kala kejadian tersebut bisa terjadi begitu saja dan tidak dapat dihindari sehingga memerlukan penanganan yang cepat dan tepat.tidak jarang, baik pekerja maupun perusahaan masih mengalami kebingungan saat kejadian tersebut terjadi.

“Untuk itu, penting bagi pekerja dan perusahaan mengetahui apa itu penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja yang tercover BPJS.

Berdasarkan data, hanya sebagian kecil penyakit akibat kerja yang dilaporkan. jauh lebih sedikit dari keadaan sebenarnya karena banyak yg tidak melaporkan dan jarang juga yang datang berobat kalau tidak sudah parah. Bahkan ada yang sakit setelah pensiun,” kata dr Rakhmi.

Masih kata dr Rakhmi yang juga Anggota Komite Mutu dan Keselamatan RSUI mengungkapkan, perusahaan kerap tidak melakukan medical chek up karyawan dan ketidakmauan pekerja melapor karena takut berpengaruh pada pekerjaannya.

“Banyak juga yang tidak paham penyakitnya itu merupakan penyakit akibat kerja yang sebenarnya bisa dicover BPJS Tenaga kerja. sehingga apa yang tejadi, banyak yang baru menyadarinya setelah pensiun.karena panyakitnya tidak didiagnosa dari awal,” ujar Rakhmi.

Ditempat yang sama, dr Prima Enky Merthana Sp.OT mengatakan, bahwa bicara penyakit akibat kerja yang terkait dengan ortopedi. “Banyak penyakit yang berhubungan dengan tulang dan persendian yang merupakan akibat pekerjaan. Lama bekerja yang terus menerus yang bisa mengakibatkan persendian menjadi sakit dan traumatik. orang sering tidak menyadarinya,” jelas Prima.

Yuni Isriyanti dari BPJS Tenaga Kerja menjelaskan, bahwa penyakit akibat kerja yang dicover BPJS sendiri merupakan penyakit yang secara medis setelah didiagnosa berkaitan dengan bidang pekerjaannya atau lingkungan pekerjaan. “Seperti, disebuah ruangan laboratorium kimia, atau misalnya berkaitan dengan cat, terkait dengan pernafasan dan sebagainya. penyakitnya memang spesifik akibat pekerjaan dia,” jelas Yuni.

Saat pendaftaran jenis pekerjaannya akan menjadi bagian yang harus diisi sebagai tolak ukuran bila ke depan mengalami penyakit yang berkaitan dengan pekerjaannya secara spesifik.

“BPJS juga menyarankan kepada perusahaan agar saat menerima pekerja dilakukan medical chekup sebelum pekerja memulai kerja di perusahaannya.hal ini untuk mengetahui apakah penyakit itu sudah ada sebelum dia bekerja atau memang akibat pekerjaan,” ungkap Yuni.

Sedangkan, dr Elfikri Asril Sp.OT lebih banyak bicara bagaimana penanganan kecelakaan kerja agar bisa ditangani dengan baik. Terutama untuk mengetahui langkah pertolongan pertama pada kecelakaan kerja. “Jadi, perlu pemahaman agar kita bisa tepat melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja. Apa yang harus dilakukan agar bisa ditangani dengan baik,” imbuh nya.

dr Elfikri menambahkan, bahwa RSUI telah memiliki peralatan yang cukup lengkap dalam hal melayani pasien ortopedi. “Jadi jika terjadi kecelakaan kerja bisa langsung dibawa ke RSUI,” ujar nya.

Hal yang sama, Dr Evy Rahmawaty sebagai nara sumber berbicara terkait proses rehabilitasi usai kecelakaan kerja. Rehabilitasi terkait traumatik fisik maupun psikis hingga pekerja bisa kembali bekerja lagi.

Seminar yang digelar di RSUI diikuti pekerja dan jajaran HRD perusahaan ini memberikan pengetahuan terkait bagaimana penanganan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja. Seminar menghadirkan enam nara sumber, 5 dari RSUI dan1 dari BPJS Tenaga Kerja Kota Depok. (Wahyu)

Bagikan:

Iklan