infobanua.co.id
Beranda Barito Kuala Hery Sasmita Bawa Tawa dalam Pembelajaran Komedi Bahasa Bakumpai

Hery Sasmita Bawa Tawa dalam Pembelajaran Komedi Bahasa Bakumpai

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Barito Kuala, Hery Sasmita, S.STP., M.AP menjadi narasumber Pembelajaran Komedi Tunggal Bahasa Bakumpai di Aula satu hotel di Kota Banjarmasin, Rabu (20/5/2024).

Marabahan, infobanua.co.id – Hery Sasmita, S.STP, M.AP, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Barito Kuala, menjadi salah satu narasumber yang menghadirkan tawa dalam acara Pembelajaran Komedi Tunggal Bahasa Bakumpai. Acara ini digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dalam kegiatan Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Bakumpai di sebuah hotel di Kota Banjarmasin pada Rabu (20/5/2024).

Partisipasi Hery Sasmita dalam acara tersebut menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemertahanan dan pengembangan bahasa daerah, khususnya Bahasa Bakumpai. Dengan menghadirkan unsur komedi, diharapkan peserta dapat lebih antusias dalam mempelajari dan menggunakan bahasa daerah mereka.

Dalam sesi pembelajaran Komedi Tunggal berbahasa Bakumpai, Hery Sasmita membagikan kisah lucu dari pengalaman pribadinya yang dikemas dengan baik menjadi materi pembelajaran yang menghibur. Kehadirannya berhasil menciptakan suasana yang ceria dan menyenangkan, sekaligus memberikan pesan edukatif kepada peserta.

Sebagai penutup, Hery Sasmita juga memberikan beberapa tips bagi para peserta yang tertarik untuk berkomedi dalam bahasa Bakumpai. Dengan pengalamannya dan keahliannya dalam berkomedi, Hery memberikan saran praktis dan inspiratif bagi mereka yang ingin mengeksplorasi potensi humor dalam bahasa daerah.

Keterlibatan Hery Sasmita sebagai narasumber dalam pembelajaran komedi bahasa Bakumpai tidak hanya memperkaya acara tersebut, tetapi juga memberikan dorongan positif dalam upaya pelestarian dan penggunaan bahasa daerah. Semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan bahasa dan budaya lokal.

Nang

Bagikan:

Iklan